Selasa, 28 July 2026 07:00 UTC

Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto memberi motivasi kepada para anggota Paskibraka) Kabupaten Madiun dalam pembukaan pemusatan latihan dan karantina di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Selasa, 28 Juli 2026. Foto: Diskominfo.
JATIMNET.COM, Madiun - Persaingan menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Madiun tahun 2026 berlangsung ketat.
Dari 453 pelajar yang mengikuti seleksi, hanya 76 orang yang akhirnya lolos dan kini mulai menjalani pemusatan latihan serta karantina sebagai persiapan mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pemusatan latihan resmi dimulai di Alun-Alun Reksogati Caruban, Selasa, 28 Juli 2026. Selama 15 hari, para peserta akan menjalani penggemblengan fisik, mental, disiplin, dan wawasan kebangsaan sebelum memasuki masa karantina selama tiga hari.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Madiun Hestu Wiradriawan mengatakan, seleksi calon Paskibraka berlangsung bertahap sejak Februari hingga Mei 2026.
Dari 453 pendaftar, jumlah peserta terus mengerucut hingga tersisa 78 orang di tahap akhir. Dua peserta di antaranya berhasil lolos ke tingkat Provinsi Jawa Timur, sedangkan 76 lainnya dipercaya menjadi Paskibraka Kabupaten Madiun.
"Pelatihan ini bertujuan mempersiapkan fisik, mental, dan karakter peserta agar siap menjalankan tugas pada upacara 17 Agustus nanti," ujar Hestu.
Selama masa latihan, peserta dibimbing pelatih gabungan dari Kodim 0803/Madiun, Polres Madiun, dan Sub Komando Garnisun Tetap (Sub Kogartap) 0803/Madiun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Menurutnya, keberhasilan lolos dari ratusan peserta merupakan prestasi yang harus dibuktikan dengan disiplin dan tanggung jawab selama menjalani latihan.
"Kalian telah melewati seleksi yang tidak mudah. Sekarang buktikan mampu menjalankan amanah sebagai pengibar bendera dengan penuh tanggung jawab," katanya.
Pelaksanaan latihan dan karantina didukung sejumlah instansi, di antaranya TNI, Polri, Kogartap, Lanud Iswahjudi, Satpol PP, tim medis Puskesmas, serta organisasi perangkat daerah terkait guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga hari pelaksanaan upacara.
