JATIMNET.COM, Surabaya – Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo resmi menjadi dosen tetap di Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Gubernur yang menjabat selama dua periode (2003-2019) itu mulai mengajar pada Rabu 5 Maret 2019.

Di hari pertamanya mengajar, Soekarwo memberi materi ekonomi makro. Pria berusia 68 tahun tersebut memaparkan konsep Jatimnomic, gagasan ekonomi yang ia terapkan sepanjang 10 tahun memimpin Jatim.

Usai mengajar, ia mengatakan Unair mengangkatnya sebagai dosen pasca sarjana per 30 Januari 2019. “Dosen tetap dan akan rutin mengajar,” ujarnya pada wartawan di Kampus B Unair, Rabu 5 Maret 2019.

BACA JUGA: Soekarwo Ungkap Rencana Setelah Tak Jabat Gubernur Jatim

Soekarwo sejatinya bukan berlatar pendidikan sarjana ekonomi. Mula-mula ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Hukum Unair Surabaya, lalu melanjutkan pasca sarjana hukum di Universitas Surabaya. Beberapa tahun kemudian, ia berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Diponegoro Semarang.

Meski berpendidikan hukum, pengalaman memimpin Jatim membuat pria kelahiran Madiun itu menguasai ihwal kebijakan fiskal. Bahkan, gagasan tentang Jatimnomic telah membawa namanya dinobatkan sebagai Doktor Honoris Causa UNAIR ke-10.

"Sakjane saya ini lulusan hukum. (Tapi) saya kan kursus ekonomimetri (ekonometrika), hukum pun saya hukum keuangan," katanya.

BACA JUGA: Jelang Lengser, Soekarwo Teken Pembangunan Pengelolaan Limbah B3

Pendidikan dan pengajaran pun juga bukan dunia baru bagi ayah tiga anak ini. Pak De, begitu Soekarwo biasa disapa, pernah menjadi pengajar di Universitas Narotama dan Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya sejak 1982.

Maka, ia mengatakan, ketika Rektor Unair Mohammad Nasih menelepon dan menawarinya mengajar di pasca sarjana, ia langsung menyanggupi.

Menjadi dosen pasca sarjana di Unair ini menambah panjang jadwalnya mengajar. Selain di Unair, Pak De juga tercatat menjadi pengajar mata kuliah ekonomi syariah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dan reformasi birokrasi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

BACA JUGA: Menantu Soekarwo Dicalonkan Pilwali Surabaya

Menurut lelaki yang pernah menjabat Sekretaris Daerah Jatim-sebelum terpilih sebagai Gubernur Jatim-itu, pengalaman dari seorang praktisi diperlukan guna meningkatkan taraf perguruan tinggi di kancah internasional.

Teori dan implementasi harus digabungkan agar kampus berkembang. "Saya empirisnya lalu dosen lainnya memberi teori," katanya.