Senin, 26 October 2026 11:05 UTC

Petugas BPBD Surabaya mengevakuasi kandang berisi anjing di rumah yang terjadi ledakan LPG di Kupang Segunting, Senin, 26 Oktober 2026. Foto: Command Center 2026
JATIMNET.COM, Surabaya – Ledakan yang diduga berasal dari kebocoran gas LPG 12 kilogram mengguncang kawasan Jalan Kupang Segunting, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Senin pagi, 26 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan 12 bangunan mengalami kerusakan dan dua orang terluka.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Linda Novitasari, mengatakan petugas menerima laporan kejadian pada pukul 07.22 WIB. Petugas gabungan kemudian mendatangi lokasi untuk menangani dampak ledakan, mendata kerusakan, dan membantu korban.
“Rincian laporan, obyek (meledak) bangunan permanen (rumah),” ujar Linda.
Berdasarkan pendataan sementara BPBD Surabaya, ledakan berdampak pada 12 bangunan dengan tingkat kerusakan berbeda. Enam unit rumah mengalami kerusakan, terdiri atas dua rumah rusak berat dan empat rumah rusak sedang.
Enam bangunan hunian lainnya juga terdampak. Tiga bangunan mengalami kerusakan berat, sedangkan tiga lainnya mengalami kerusakan ringan.
Selain merusak bangunan, ledakan tersebut melukai dua orang. Korban berinisial RLOA (82) mengalami luka pada tangan akibat terkena serpihan kaca. Sementara itu, JL (54) mengalami luka bakar hingga 75 persen.
“Keseluruhan korban luka berjumlah dua orang sudah mendapat penanganan di RSUD Dr. Soewandhi dan RSUD William Booth,” kata Linda.
Polisi Selidiki Dugaan Kebocoran Gas LPG
Dugaan awal mengarah pada kebocoran gas LPG berukuran 12 kilogram. Namun, pihak berwenang masih perlu menyelidiki penyebab pasti ledakan tersebut.
Kepolisian telah menangani kejadian itu dengan memasang garis polisi di sekitar lokasi terdampak. Petugas juga mengimbau warga agar tidak mendekati area kejadian selama proses penanganan berlangsung demi menghindari risiko keselamatan.
Sementara itu, BPBD Surabaya terus mendata kerusakan bangunan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu warga terdampak. Petugas juga menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan cair dan padat sesuai kebutuhan penanganan darurat.
Petugas gabungan turut membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat ledakan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses penanganan sekaligus menjaga keamanan lingkungan di sekitar lokasi.
BPBD Surabaya mengimbau masyarakat tetap waspada dan mematuhi arahan petugas selama penanganan dampak ledakan berlangsung.
