Logo

Lansia 71 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Jagir Surabaya

Reporter:,Editor:

Senin, 26 October 2026 16:25 UTC

Lansia 71 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Jagir Surabaya

Petugas SAR Surabaya evakuasi jenazah lansia 71 tahun yang tercebur di Sungai Jagir, Senin, 26 Oktober 2026. Foto: Command Center

JATIMNET.COM, Surabaya – Tim SAR gabungan menemukan Sudjarno (71), pria lanjut usia yang dilaporkan tenggelam di Sungai Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Senin, 26 Oktober 2026. Petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah melakukan pencarian bawah air.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, Nanang Sigit P. H., mengatakan tim menemukan korban sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas melakukan penyelaman dan menemukan korban sekitar 12 meter dari lokasi kejadian.

“Sekitar pukul 14.00 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan melalui pencarian bawah air sekitar 12 meter dari lokasi kejadian,” ujar Nanang saat dikonfirmasi.

Petugas mengidentifikasi korban sebagai Sudjarno, warga Tambaksawah, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Setelah menemukan korban, tim SAR mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

 

Kronologi Lansia Tenggelam di Sungai Jagir

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di sisi kiri pintu air Sungai Jagir, Kecamatan Wonokromo. Kantor SAR Surabaya menerima informasi kejadian dari anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya pada pukul 10.55 WIB.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Kantor SAR Surabaya berangkat menuju lokasi pada pukul 11.15 WIB. Petugas tiba sekitar pukul 11.48 WIB untuk melakukan asesmen awal dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan.

Nanang menjelaskan, petugas terlebih dahulu menilai kondisi lokasi sebelum menentukan strategi pencarian. Tim kemudian menggelar pengarahan dan membagi tugas agar proses pencarian serta evakuasi berjalan terkoordinasi.

“Setibanya di lokasi, tim melaksanakan asesmen, dilanjutkan dengan briefing serta pembagian tugas bersama unsur SAR gabungan untuk menentukan strategi pencarian dan evakuasi korban,” kata Nanang.

Setelah menyusun strategi, tim SAR gabungan melakukan penyelaman untuk mencari korban di bawah permukaan sungai. Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar dua jam setelah tim tiba di lokasi.

Nanang menyampaikan, koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting dalam operasi pencarian dan pertolongan tersebut. Sejumlah instansi, organisasi potensi SAR, dan masyarakat setempat bekerja bersama hingga petugas menemukan dan mengevakuasi korban.

Operasi itu melibatkan Kantor SAR Surabaya, BPBD Kota Surabaya, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Brimob, Polsek Wonokromo, Inafis Bhayangkara, Satpol PP Kota Surabaya, Satpol PP Kecamatan Wonokromo, Ditsamapta, Dinas Sosial, organisasi potensi SAR, serta warga setempat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam operasi ini. Sinergi, koordinasi, dan respons cepat seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan,” ujar Nanang.

Setelah korban ditemukan, tim melanjutkan penanganan dengan mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah sakit sesuai prosedur yang berlaku.