Logo

Deforestasi Picu Ledakan Nyamuk dan Tingkatkan Risiko Penyakit Berbahaya

Reporter:,Editor:

Senin, 26 October 2026 04:41 UTC

Deforestasi Picu Ledakan Nyamuk dan Tingkatkan Risiko Penyakit Berbahaya

Deforestasi atau penggundulan hutan di Provinsi Papua Barat. Foto: Greenpeace Indonesia

JATIMNET.COM – Deforestasi tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan nyamuk. Hilangnya tutupan hutan dapat mengubah habitat dan perilaku nyamuk sehingga meningkatkan potensi kontak dengan manusia, terutama di kawasan bekas hutan yang berubah menjadi permukiman.

Ahli Entomologi IPB University, Prof. Upik Kesumawati Hadi, menjelaskan bahwa kerusakan habitat alami dapat mendorong nyamuk beralih mencari manusia sebagai sumber darah.

“Manusia yang bermukim di kawasan bekas hutan menjadi target paling mudah sebagai sumber darah utama,” jelasnya.

Deforestasi merupakan hilangnya tutupan hutan secara permanen akibat aktivitas manusia yang mengubah kawasan berhutan menjadi lahan nonhutan. Perubahan fungsi lahan ini umumnya terjadi untuk kepentingan pertanian, perkebunan, pertambangan, dan permukiman.

Menurut Prof. Upik, hilangnya habitat alami juga mengancam keanekaragaman hayati, terutama spesies endemik. Kerusakan ekosistem dapat mengubah interaksi antara nyamuk, satwa liar, dan manusia sehingga memengaruhi pola penularan penyakit.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa deforestasi di wilayah tertentu berkaitan dengan peningkatan populasi nyamuk dan risiko penyakit. Nyamuk sendiri menjadi vektor berbagai penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD), Zika, chikungunya, malaria zoonotik, dan demam kuning.

“Kondisi ini menjadi peringatan bahwa kerusakan hutan bukan hanya krisis lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan manusia,” kata Prof. Upik.

Selain mengancam kesehatan, deforestasi juga mengganggu fungsi ekologis hutan. Berkurangnya tutupan pohon dapat mengganggu siklus air, meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan kekeringan, serta mengurangi kemampuan hutan menyerap karbon sehingga memperburuk perubahan iklim.