Sabtu, 24 October 2026 12:19 UTC

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani disela-sela puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik. Foto: Diskominfo Gresik
JATIMNET.COM, Gresik – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Gresik mendorong penguatan pemberdayaan desa, perlindungan sosial, dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkuat kapasitas kader perempuan sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam pembangunan daerah.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi keterlibatan kader Fatayat NU dalam mendukung program perlindungan sosial hingga tingkat desa. Menurutnya, para kader telah berkontribusi melalui pengabdian sukarela kepada masyarakat.
“Hampir rata-rata kader Fatayat telah menjadi relawan perlindungan sosial. Ini merupakan bentuk pengabdian sukarela yang tidak digaji,” ujarnya.
BACA: Lindungi Anak dari Ancaman Ruang Digital, Pemkab Gresik Perkuat Edukasi dan Pendampingan
Yani juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah desa agar kader Fatayat NU dapat mengembangkan kapasitas dan memperluas kontribusi hingga tingkat ranting. Ia berharap kolaborasi antara organisasi perempuan tersebut dan pemerintah desa terus berjalan untuk memperkuat pembangunan berbasis masyarakat.
Dukungan terhadap pemberdayaan desa juga hadir melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI kepada Fatayat NU Gresik. Selanjutnya, Desa Mojopuro, Kecamatan Balongpanggang, akan mengelola bantuan tersebut untuk menunjang kegiatan pertanian.
Yani berpesan agar pengelola merawat dan memanfaatkan alsintan secara optimal sehingga bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH Mulyadi menegaskan bahwa kemandirian menjadi salah satu prinsip penting dalam Nahdlatul Ulama (NU). Prinsip tersebut mencakup kemandirian dalam akidah, jamaah, ekonomi, dan kebangsaan.
BACA: Pemkab Gresik Siapkan THR bagi PPK Paruh Waktu
Upaya memperkuat kemandirian desa juga diwujudkan melalui pemberian penghargaan Desa Sahabat PC Fatayat NU Gresik. Penilaian mencakup lima aspek, yakni kaderisasi, kelembagaan, advokasi, data dan informasi, serta kajian dan digitalisasi pengetahuan.
Pimpinan Ranting Banyutengah meraih juara pertama dalam penghargaan tersebut. Posisi kedua ditempati Bungah, sedangkan Tanggulangin meraih juara ketiga.
Adapun penghargaan harapan pertama diraih Lowayu, harapan kedua oleh Cerme Kidul, dan harapan ketiga oleh Peganden.
Selain pemberdayaan desa, PC Fatayat NU Gresik memperkuat komitmen perlindungan sosial melalui deklarasi Ruang Bersama Indonesia bersama Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik.
Organisasi tersebut juga menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Fatayat NU Gresik berupaya memperluas peran kader perempuan dalam pembangunan desa, perlindungan sosial, dan penguatan ekonomi masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mendorong kemandirian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
