Logo

Kawal Graduasi Kemiskinan, Ning Ita Dampingi UMKM Mojokerto Manfaatkan Bansos Rp5 Juta

Reporter:,Editor:

Jumat, 23 October 2026 23:10 UTC

Kawal Graduasi Kemiskinan, Ning Ita Dampingi UMKM Mojokerto Manfaatkan Bansos Rp5 Juta

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendampingi Lilik dan Supiyah, penerima bantuan sosial PPSE, saat membeli kebutuhan penunjang usaha, Jumat, 23 Oktober 2026. Foto: Wanto/Jatimnet

JATIMNET.COM, Sampang – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendampingi dua pelaku usaha mikro penerima bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI saat membeli kebutuhan penunjang usaha, Jumat, 23 Oktober 2026.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto mendorong kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pengembangan usaha produktif.

Dua penerima bantuan yang mendapat pendampingan langsung dari wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu adalah Lilik, warga Kelurahan Kauman, dan Supiyah, warga Kelurahan Pulorejo. Keduanya menjalankan usaha pembuatan jajanan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Ning Ita mengapresiasi perjuangan kedua perempuan tersebut dalam mempertahankan penghasilan keluarga melalui usaha yang mereka jalankan setiap hari.

“Beliau berdua ini adalah perempuan-perempuan tangguh, pejuang keluarga. Setiap hari harus bangun dini hari untuk membuat jajanan, kemudian dititipkan atau bahkan dijual sendiri untuk memperjuangkan ekonomi keluarga,” ujar Ning Ita.

Menurutnya, bantuan PPSE tidak hanya bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha penerima manfaat.

Lilik dan Supiyah merupakan dua dari 116 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Mojokerto yang diusulkan menerima bantuan tersebut. Setiap penerima diusulkan memperoleh bantuan senilai Rp5 juta untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana penunjang usaha.

Ning Ita menilai penguatan kapasitas usaha masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kemandirian ekonomi, terutama bagi keluarga yang berada di lapisan ekonomi terbawah.

“Semoga dengan bantuan sosial ini, modal usaha untuk membeli sarana dan prasarana ekonomi mereka bisa meningkat. Kalau ekonominya meningkat, tentu diharapkan bisa keluar dari garis kemiskinan dan lebih sejahtera ke depannya,” tuturnya.

Ia berharap para penerima dapat memanfaatkan bantuan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu mencapai graduasi atau keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial secara bertahap.

Bagi Lilik dan Supiyah, bantuan tersebut menjadi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan usaha yang selama ini mereka jalankan. Keduanya mengaku bersyukur setelah melalui proses pengajuan dan pendampingan dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

“Senang sekali. Ini pertama kalinya dapat,” kata Lilik.

Sementara itu, Supiyah mengatakan dirinya telah mengajukan bantuan sekitar dua tahun lalu. Setelah menunggu dan menjalani proses pendampingan, ia akhirnya menerima bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, akhirnya dapat. Kemarin jarak pengajuannya sekitar dua tahun,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ning Ita turut mendampingi kedua penerima manfaat membeli sejumlah kebutuhan, di antaranya gula dan minyak. Bahan-bahan tersebut dapat menunjang proses produksi jajanan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Pendampingan ini juga bertujuan memastikan bantuan sosial dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan penerima. Pemerintah berharap dukungan sarana usaha dan pendampingan yang tepat dapat membantu pelaku UMKM mempertahankan kegiatan produksi sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Pemkot Mojokerto terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha produktif. Upaya ini diharapkan tidak hanya membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.