Jumat, 23 October 2026 06:57 UTC

Rumah makan di jalan Arief Rahman Hakim hangus terbakar, Jumat, 23 Oktober 2026. Foto: Command Center
JATIMNET.COM, Surabaya — Kebakaran melanda warung makan Tegal (warteg) yang sekaligus menjadi tempat tinggal di Jalan Arif Rahman Hakim Nomor 54, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jumat, 23 Oktober 2026 pagi.
Kobaran api menghanguskan seluruh lantai dua bangunan dan merusak sebagian area dapur di lantai satu. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Hingga penanganan selesai, petugas tidak menerima laporan korban jiwa.
Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya, M. Rokhim, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 06.13 WIB. Petugas kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 06.14 WIB dan tiba empat menit kemudian.
"Unit Tempur Pos Keputih tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK) langsung melakukan pemadaman," kata Rokhim.
Petugas berhasil mengendalikan api utama pada pukul 06.31 WIB. Mereka kemudian melanjutkan pembasahan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
"Pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif pada pukul 07.21 WIB," ujarnya.
Untuk menangani kebakaran tersebut, DPKP Surabaya mengerahkan 12 unit kendaraan. Armada itu terdiri atas tujuh unit mobil pemadam kebakaran dari sejumlah pos dan rayon serta lima unit tim penyelamatan atau rescue.
Petugas yang dikerahkan meliputi satu unit Tempur Pos Keputih, dua unit Tempur Pos Sukolilo, dua unit Tempur Rayon 3 Rungkut, serta masing-masing satu unit Tempur Pos Mulyorejo dan Pos Menur. DPKP juga mengirimkan lima unit tim rescue untuk mendukung penanganan di lokasi.
Berdasarkan laporan petugas, bangunan warteg tersebut memiliki ukuran sekitar 5 x 20 meter. Api membakar seluruh lantai dua yang berukuran sekitar 5 x 20 meter, sedangkan bagian lantai satu yang terdampak diperkirakan seluas 5 x 10 meter.
Rokhim menjelaskan, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik di lantai dua. Petugas juga menduga api pertama kali muncul dari kamar karyawan yang berada di lantai tersebut. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan kronologi yang diterima DPKP Surabaya, pemilik warteg, Desy Salsa Biela (26), mengetahui kejadian itu ketika warung belum memulai aktivitas operasional. Ia mendapati api telah muncul di lantai dua bangunan yang juga digunakan sebagai tempat tinggal tersebut.
Struktur lantai dua bangunan menggunakan dak dengan material kayu. Selain menghanguskan bagian atas bangunan, kebakaran turut berdampak pada area dapur di lantai satu.
Setelah melakukan pemadaman dan pembasahan, petugas menyatakan situasi kondusif pada pukul 07.21 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, sedangkan penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan kondisi bangunan dan instalasi listrik.
