Lebaran Tahun Ini, Tidak Ada Extra Flight di Jatim

Karena jumlah penumpang merosot
Baehaqi Almutoif

Rabu, 29 Mei 2019 - 08:57

JATIMNET.COM, Surabaya - Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Fattah Jasin menyebut, untuk pertama kalinya penerbangan tambahan atau extra flight ditiadakan pada musim mudik dan lebaran. Hal ini ditengarai sebagai dampak dari merosotnya jumlah penumpang pada lebaran tahun ini.   

"Kelihatannya kenaikan 3-5 persen (penumpang untuk seluruh moda transportasi) itu tidak termasuk udara. Karena sampai dengan saat kami monitor tidak ada extra flight," ujar Fattah dikonfirmasi, Rabu 29 Mei 2019.

Mahalnya harga tiket, diakui Fattah, membuat jumlah penumpang terus menurun. Okupansi pesawat seperti rute Surabaya-Jakarta hanya terisi 60 persen setiap kali terbang.

BACA JUGA: Angkasa Pura I Perkirakan Jumlah Penumpang Turun 22 Persen

Bahkan PT Angkasa Pura I memprediksi penurunan jumlah penumpang terjadi hingga 22 persen dari total per harinya yang mencapai 1,4 juta pada mudik tahun ini.

"Kalau dikaitkan dengan lebaran mungkin nambah jumlah penumpang pesawat. Tapi itu sudah dipepet (padatkan) dengan (penerbangan) yang ada," sebut Fattah.

Kendati demikian, Dinas Perhubungan Jawa Timur akan terus berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I untuk melihat perkembangan lonjakan penumpang setiap waktu. Jika dibutuhkan tambahan penerbangan, bukan tidak mungkin ada pengajuan dari maskapai.

"Kami koordinasi terus karena mereka menyampaikan laporan. PT Kereta Api Indonesia, PT Angkasa Pura, otoritas pelabuhan Tanjung Perak," tuturnya.

BACA JUGA: Pemudik Jalur Udara Tergerus Tiket Mahal

Sementara Communication and Legal Section Head Yuristo Ardhi H mengatakan, per 20 Mei 2019 total ada 572 maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan di Bandara Internasional Juanda.

Pengajuan tambahan penerbangan itu untuk tujuan Kuala Lumpur, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Batam, Denpasar, dan Palangkaraya.

"Sekarang prosesnya masih pengajuan," kata Yuristo, Jumat 24 Mei 2019.

Baca Juga

loading...