Lebaran, RSUD Dr.Soetomo Layani Pasien JKN-KIS Semua Wilayah

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 28 Mei 2019 - 16:53

JATIM,NET.COM, Surabaya - RSUD Dr.Soetomo Surabaya menyatakan kesiapannya, untuk melayani Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), dari wilayah manapun selama libur lebaran 2019.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr. Soetomo Surabaya Anang Endaryanto  mengungkapkan, semua pasien pemegang kartu tersebut harus diterima dan dilayani oleh semua Rumah Sakit yang ditunjuk oleh BPJS Kesehatan. 

"Seperti Pasien dari Jakarta misalnya, kalau IGD di Surabaya, harus mau menerima. Tidak boleh ditolak," ujar Anang ketika menggelar konferensi Pers di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Selasa 28 Mei 2019.

Hal ini sesuai dengan arahan BPJS Kesehatan yang menjamin semua peserta JKN-KIS bisa berobat di semua fasilitas kesehatan yang ditunjuk BPJS Kesehatan selama masa libur lebaran, yaitu pada tanggal 29 Mei hingga 13 Juni 2019. 

BACA JUGA: Mudik, BPJS Kesehatan Permudah Layanan Luar Kota 

Anang juga mengatakan, selama liburan lebaran 2019, RSUD Dr. Soetomo telah menyiagakan total 249 tenaga medis on call. Lebih rinci, yaitu 206 tenaga layanan dan 43 tenaga layanan penunjang.

Angka ini diakuinya merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan libur lebaran di tahun-tahun sebelumnya.

Tak hanya mempersiapkan koordinasi internal, koordinasi eksternal antara rumah sakit juga dilakukan. Hal ini agar tidak terjadi penumpukan pasien di RSUD Dr. Soetomo. 

"Kami telah bekerjasama dengan puluhan RS lain di Surabaya dalam hal pasien rujukan," kata dia.

BACA JUGA: BPJS Ketenagakerjaan Naikkan Santunan Kematian Menjadi Rp 42 Juta

Beberapa rumah sakit tersebut di antaranya RS Haji, RS Jiwa Menur, RS Adi Husada Undaan, RS Unair, dan RS Gotong Royong.

Ia juga menyampaikan, RSUD Dr. Soetomo juga telah mempersiapkan diri menghadapi libur panjang lebaran 2019.

Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Joni Wahyuhadi mengatakan, tenaga kesehatan akan tetap bersiaga 24 jam selama libur lebaran. 

"Untuk memenuhi itu, ada dua opsi, ada jadwal jaga, jadi ada dokter, perawat, dan tenaga administrasi. Kemudian ada jaga On Call, ini bila ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan massal," ujar Joni.

Baca Juga

loading...