Logo

Lari dan Jalan Kaki, Olahraga Murah untuk Semua Usia

Reporter:

Minggu, 08 November 2026 05:00 UTC

Lari dan Jalan Kaki, Olahraga Murah untuk Semua Usia

Ribuan peserta Pharmarun bersiap untuk diberangkatkan oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam event olahraga bertajuk “Moving Faster, Living Healthier” di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Minggu, 8 November 2026. Foto: Diskominfo Kab.Madiun.

JATIMNET.COM, Madiun – Olahraga tidak harus dilakukan dengan biaya mahal atau fasilitas khusus. Lari dan jalan kaki menjadi pilihan aktivitas fisik yang mudah dilakukan berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga lanjut usia, untuk menjaga kebugaran tubuh.

Semangat membudayakan hidup sehat tersebut terlihat dalam Pharmarun 2026 yang digelar di Kabupaten Madiun, Minggu, 8 November 2026. Kegiatan bertema bertajuk “Moving Faster, Living Healthier” ini diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah.

Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi memberangkatkan peserta di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban. Peserta menempuh rute lari sejauh lima kilometer dengan titik start dan finish di lokasi yang sama, mengelilingi kawasan Kota Caruban.

Bupati dan Wakil Bupati juga turut berjalan kaki mengikuti rute bersama Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Wakil Ketua DPRD, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat.

Hari Wuryanto mengapresiasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kabupaten Madiun yang kembali menggelar Pharmarun untuk kedua kalinya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Terima kasih kepada teman-teman Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Madiun. Luar biasa, ini merupakan kegiatan kedua setelah tahun lalu. Kami berharap Pharmarun dapat menjadi agenda rutin, karena kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Madiun yang sehat,” ujarnya.

Dia menilai, lari dan jalan kaki merupakan olahraga murah yang bisa dilakukan siapa saja. Antusiasme peserta dari berbagai kelompok usia dalam Pharmarun 2026 juga menjadi gambaran bahwa aktivitas menjaga kesehatan dapat dilakukan bersama-sama.

“Olahraga, khususnya lari dan jalan kaki, merupakan olahraga murah yang bisa dilakukan semua orang. Kami berharap masyarakat semakin termotivasi untuk menjaga kesehatan. Orang dari luar daerah saja datang mengikuti kegiatan ini, tentu masyarakat kita harus lebih semangat lagi,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Heri Setyana mengatakan, Pharmarun menjadi salah satu bentuk sinergi pemerintah daerah dengan organisasi profesi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk menyiapkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan apabila dibutuhkan peserta.

Pharmarun 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati setiap 12 November. Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun telah menyiapkan sejumlah agenda lain, di antaranya apel HKN dan jalan santai pada pekan berikutnya.

Heri mengingatkan pentingnya menjadikan aktivitas fisik sebagai kebiasaan sehari-hari. Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, masyarakat disarankan melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit setiap minggu atau sekitar 20–30 menit sehari selama lima hari dalam sepekan.

“Sehat merupakan prioritas. Untuk menjadi masyarakat yang sejahtera, tentu harus sehat terlebih dahulu. Melalui kegiatan olahraga yang rutin, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan,” jelasnya.

Ketua IAI Pengurus Cabang Kabupaten Madiun sekaligus Ketua Panitia Pharmarun 2026, Maria Natalia, menjelaskan kegiatan tersebut digelar untuk memperingati World Pharmacists Day atau Hari Apoteker Sedunia sekaligus menyambut HKN 2026.

Pada penyelenggaraan tahun kedua ini, panitia menghadirkan tiga kategori peserta, yakni pelajar, umum, dan tenaga kesehatan. Sekitar 1.000 peserta berasal dari Kabupaten dan Kota Madiun serta sejumlah daerah lain, seperti Bojonegoro, Tulungagung, Cirebon, Malang, Ngawi, hingga Surabaya.

Selain olahraga, panitia juga menyediakan sejumlah layanan dan edukasi kesehatan. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kulit oleh dokter spesialis, pembagian bibit tanaman obat keluarga (TOGA), serta literasi kesehatan. Panitia juga memberikan sertifikat pengabdian bagi tenaga kesehatan yang berpartisipasi.

Maria berharap Pharmarun dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin diminati masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta Pharmarun 2026 yang sudah sangat semangat dan antusias mengikuti kegiatan ini. Sampai bertemu kembali di garis start Pharmarun 2027,” pungkasnya.