KPUD Banyuwangi Fokus Garap Logistik Pemilu

Ahmad Suudi
Ahmad Suudi

Jumat, 8 Februari 2019 - 08:50

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Banyuwangi mulai fokus mengurusi logistik pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan April 2019 mendatang. Diantaranya adalah merakit puluhan ribu kotak suara berbahan kertas.

Ditemui Jatimnet.com, Kamis 7 februari 2019, Staf Bagian Logistik KPUD Banyuwangi Ariyanto mengatakan total 25.580 kotak suara berbahan kertas yang sudah sampai dan tengah dirakit di gudang Banyuwangi. Sedangkan yang sudah dirakit sementara ini berjumlah 3 ribu kotak dari total 5.116 kotak suara pilpres.

BACA JUGA: Dituding DPT Bermasalah, Ini Jawaban KPU Jatim

Lembaran kotak suara berbahan kertas ada 5 jenis, untuk pilpres, pileg Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), pileg Dewan Perwakilan Daerah (DPD), pileg DPRD provinsi dan kabupaten kota.

Semuanya sudah sampai di gudang KPUD Banyuwangi dan masuk dalam proses perakitan. Sedangkan surat suara hanya sebagian untuk pileg DPR RI yang telah sampai ke gudang KPUD Banyuwangi.

"Target kami bulan ini perakitan kotak suara selesai, termasuk untuk yang legislatif. Karena tempatnya gantian mau untuk penyimpanan formulir juga," kata Ariyanto.

BACA JUGA: KPUD Ponorogo Gelar Simulasi Pemilu kepada 41 Tunagrahita

Beberapa item nantinya akan dimasukkan ke dalam kotak suara, dan disimpan dalam tumpukan yang siap untuk didistribusikan.

Item-item untuk kotak suara pilpres adalah alat tulis kantor (ATK), tinta, alat coblos, bantalan, tanda pengenal, kabel tis, dan sampul.

Ketua KPUD Banyuwangi Syamsul Arifin mengatakan targetnya urusan logistik sudah selesai Maret mendatang. Sedangkan pelipatan surat suara masih menunggu hingga surat suara sampai semua di gudang Banyuwangi.

BACA JUGA: Soal Pemilih Gangguan Jiwa, Ini Kata KPU Surabaya

"Nanti akan kita kerjakan dulu alat kelengkapan untuk pilpres, baru kemudian pileg DPR RI, DPD, DPRD provinsi, kemudian DPRD kabupaten kota," kata Syamsul.

Di Banyuwangi pemilu April 2019 akan digelar di 5.116 tempat pemungutan suara (TPS) dengan cakupan maksimal 300 pemilik hak suara di setiap TPS. Berbeda dengan pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur tahun 2018 yang hanya melibatkan 2.830 TPS dengan cakupan maksimal 800 pemilik hak suara per TPS.

Baca Juga

loading...