Khofifah Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Buruk hingga Pertengahan Maret

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Jumat, 8 Maret 2019 - 15:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi hingga pertengahan Maret 2019 seperti banjir, rob, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut akibat beberapa fenomena atmosfer yang terpantau muncul secara bersamaan. Hal ini membawa dampak meningkatnya potensi curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya Jawa Timur.

BACA JUGA: Kemensos Bantu 6 Kabupaten Terdampak Banjir Jawa Timur

"Bagi nelayan di wilayah selatan Jawa Timur saya harap terus memantau fenomena ini, sehingga dapat memastikan keamanan saat melaut. Mengingat BMKG menyebutkan terdapat potensi gelombang tinggi 2,5 - 4 meter di wilayah Jawa Timur bagian Selatan ," kata Khofifah dalam keterangan resminya, Jumat 8 Maret 2019.

Gubernur kelahiran Surabaya itu melanjutkan, beberapa hari terakhir wilayah Jawa Timur terus diguyur hujan sedang hingga lebat. Akibatnya, tidak kurang 15 kabupaten/kota di Jatim dilanda banjir. Beberapa wilayah yang terendam banjir adalah Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kabupaten Kediri, Bojonegoro, Tuban, Kabupaten Probolinggo, Gresik, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Lamongan dan Kabupaten Blitar.

BACA JUGA: Rendam 48 Desa, Bojonegoro Waspadai Bengawan Solo Meluap Lagi

"Prioritas Pemprov saat ini adalah memastikan seluruh kebutuhan pengungsi dapat tercukupi dengan baik. Mudah-mudahan banjir segera surut sehingga seluruh pengungsi bisa segera kembali ke rumahnya masing-masing," urainya.

Pemprov terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah baik pusat maupun daerah yang terdampak . Ia pun berharap Pemerintah Daerah setempat terus pro aktif dan sigap dalam upaya penanganan bencana banjir.

Baca Juga

loading...