BPBD dan PJT Bojonegoro minta daerah hilir tetap waspada potensi luapan

Rendam 48 Desa, Bojonegoro Waspadai Bengawan Solo Meluap Lagi

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 8 Maret 2019 - 11:30

JATIMNET.COM, Surabaya – Ketinggian permukaan air di Sungai Bengawan Solo kembali naik akibat kiriman air dari hulu. BPBD Bojonegoro dan Perum Jasa Tirta setempat mengingatkan agar wilayah hilir mewaspadai luapan Bengawan solo.

"Ketinggian air Bengawan Solo sempat turun, tapi sekarang naik lagi karena ada pasokan air dari Kali Madiun juga Jurug, Solo, Jawa Tengah, yang sempat masuk siaga merah sehari lalu," kata Petugas PJT I Subdivisi Jasa ASA III/2 Madiun Muhammad Yudo Nugroho, di Madiun, Jumat 8 Maret 2019.

Oleh karena itu, menurut dia, adanya tambahan pasokan air dari Kali Madiun dan air dari Jurug, Solo, Jawa Tengah itu, akan mempengaruhi kenaikan air Bengawan Solo secara signifikan di hilir Jawa Timur.

Data PJT I Subdivisi Jasa ASA III/3 Bojonegoro menyebutkan ketinggian air Bengawan Solo, di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Kota Bojonegoro, merangkak naik menjadi 28,25 meter pukul 07.00 WIB.

BACA JUGA: Banjir Lumpuhkan Aktivitas di 15 Kota

Ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko itu, karena memperoleh pasokan air dari hulu, juga hulu, Jawa Tengah, menjadi naik tajam dibandingkan sehari lalu yang hanya mencapai 27,44 meter.

Begitu pula ketinggian air di TBS di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota, semula sudah berangsur-angsur turun menjadi 14,18 meter. Tapi kemudian naik menjadi 14,20 meter, padahal sebelumnya sempat mencapai 14,53 meter pada 7 Maret.

Di hilirnya mulai Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, pada waktu bersamaan status Bengawan Solo juga siaga dengan ketinggian air masing-masing 8,26 meter (merah), 5,65 meter (merah), 4,52 meter (merah) dan 2,21 meter ( kuning).

"Sodetan Plangwot-Sedayu Lawas, Lamongan, berfungsi normal bisa mengalirkan debit air banjir Bengawan Solo ke laut sekitar 640 meter kubik per detik," kata Yudo menambahkan.

BACA JUGA: Kerugian Banjir Bojonegoro Capai Rp1 Miliar

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia menyebutkan Bengawan Solo di hilir memperoleh pasokan air dari Kali Madiun.

"BPBD sudah menetapkan tanggap darurat banjir sejak beberapa hari lalu. Kewaspadaan tetap kita lakukan, sebab ada kiriman tambahan air dari hulu," katanya.

Data di BPBD setempat menyebutkan luapan Bengawan Solo dengan status siaga kuning merendam 48 desa yang tersebar di 10 kecamatan, antara lain, Kecamatan Kota, Kalitidu, Trucuk, Kanor dan Baureno.

Di wilayah genangan banjir air merendam tanaman padi seluas 1.594 hektare, juga pemukiman warga, di antaranya, satu rumah warga di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, hanyut terbawa banjir. Perhitungan BPBD untuk kerugian akibat rusaknya areal pertanian, juga lainnya mencapai Rp1 miliar lebih. (Ant)

Baca Juga

loading...