Kerugian Banjir Bojonegoro Capai Rp1 Miliar

Rochman Arief
Rochman Arief

Jumat, 8 Maret 2019 - 05:51

JATIMNET.COM, Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan nilai kerugian akibat banjir luapan Bengawan Solo yang melanda 48 desa di 10 kecamatan mencapai Rp 1 miliar.

"Kerugian banjir luapan Bengawan Solo terbesar karena ada tanaman padi seluas 1.594 hektare yang terendam air banjir," kata Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bojonegoro Yudi Hendro, Kamis 7 Maret 2019.

Dari data yang diterima BPBD menyebutkan bahwa tanaman padi yang terendam banjir itu, sebagian besar di sejumlah desa di Kecamatan Baureno, dan Trucuk, dan kecamatan lainnya.

Sebanyak 48 desa yang dilanda luapan Bengawan Solo yang sekarang ini masih berlangsung dengan status siaga kuning tersebar di Kecamatan Kalitidu, Kota, Balen, Trucuk, Kanor, Dander, Padangan, Ngraho, dan Baureno.

BACA JUGA: 450 Warga Ponorogo Mengungsi Akibat Banjir

“Kerugian banjir kemungkinan masih berkembang, sebab belum seluruh kecamatan yang daerahnya dilanda banjir melapor,” ucapnya.

Ia mencontohkan Kamis 7 Maret 2019 pagi ada sebuah rumah yang berfungsi sebagai warung di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, hanyut terbawa banjir karena lokasinya di tepi sungai.

Sebanyak 10 warga Desa Sukorejo, mengungsi di gedung pertemuan Desa Sukorejo, sejak Rabu (6 Maret 2019) kemarin. "Tapi pagi tadi warga yang mengungsi di gedung pertemuan Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, dan sudah kembali ke rumahnya,”  ucap Yudi menambahkan.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia menjelaskan tidak ada warga yang terdampak banjir luapan Bengawan Solo, mengungsi kecuali sekitar 10 warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, yang mengungsi akibat genangan banjir air hujan.

BACA JUGA: Ratusan Kubik Kayu Jati di Bojonegoro Terendam Banjir

Menurut Nadif, BPBD menyediakan lokasi pengungsian, antara lain di gedung Ebaga di Kecamatan Trucuk, gedung Serbaguna di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota, dan tempat lainnya.

“Sampai hari ini tidak ada warga yang mengungsi di tempat pengungsian yang disediakan," ucapnya.

Data dari Perum Jasa Tirta (PJT) I Subdivisi ASA III/3 Bojonegoro menyebutkan ketinggian air di taman Bengawan Solo (TBS) di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota, mulai surut, tapi masih siaga kuning dengan ketinggian 14,36 meter pukul 16.00 WIB.

Ketinggian air Bengawan Solo di TBS itu, turun tiga centimeter dibandingkan dengan  satu jam sebelumnya. Namun ketinggian air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer ke arah hulu dalam waktu bersamaan masih naik mencapai 27,44 meter. (ant)

Baca Juga

loading...