Logo
Aspirasi Forum Peduli Gresik

Ketua DPRD Gresik Tegaskan Komitmen Jaga Marwah Kota Santri, Siap Tindak Warung Pangku hingga Miras

Reporter:,Editor:

Selasa, 28 July 2026 08:19 UTC

Ketua DPRD Gresik Tegaskan Komitmen Jaga Marwah Kota Santri, Siap Tindak Warung Pangku hingga Miras

Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir saat memimpin audiensi dengan Forum Peduli Gresik (FPG) yang dihadiri tokoh masyarakat, ulama, dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Kantor DPRD Gresik. Foto: Agus Salim

JATIMNET.COM, Gresik – Ketua DPRD Kabupaten Gresik M. Syahrul Munir menegaskan komitmennya menjaga marwah Gresik sebagai Kota Santri dengan memperkuat fungsi pengawasan terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Syahrul saat menerima audiensi Forum Peduli Gresik (FPG) yang dihadiri tokoh masyarakat, ulama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Kantor DPRD Gresik, Senin, 27 Juli 2026.

Dalam audiensi itu, Forum Peduli Gresik menyampaikan sejumlah aspirasi terkait maraknya warung pangku, peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga dampak industrialisasi yang dinilai mulai menggerus identitas Gresik sebagai Kota Santri.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Syahrul memastikan DPRD Gresik akan mengawal penyelesaian persoalan melalui fungsi pengawasan serta memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dan instansi terkait.

Menurut Syahrul, Pemerintah Kabupaten Gresik sebenarnya telah memiliki regulasi yang mengatur peredaran minuman keras maupun tata ruang. Namun, penerapan sistem perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) dari pemerintah pusat menjadi tantangan tersendiri karena sejumlah izin usaha dapat terbit secara terpusat, meski kemudian memicu penolakan dari masyarakat.

"Kami memahami keresahan masyarakat. DPRD akan segera memanggil OPD terkait beserta para pengelola usaha yang menjadi sorotan. Jika ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, kami akan merekomendasikan agar usaha tersebut ditutup," tegas Syahrul, saat diwawancarai, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menambahkan, DPRD siap menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah daerah agar setiap persoalan dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.

Sementara itu, sejumlah perwakilan Forum Peduli Gresik turut menyampaikan pandangan dan usulan dalam audiensi tersebut.

Habib Hasan Assegaf meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi terselubung. Di sisi lain, M. Okbah dari Masjid Muhajirin menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran narkoba.

Adapun Ustadz Najmul Ilmi mendorong terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara aparat penegak hukum dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.

Perwakilan Badan Wakaf Al-Qur'an Gresik, Munif, juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas generasi muda dari pengaruh perilaku menyimpang yang berpotensi menurunkan daya saing sumber daya manusia di masa mendatang.

Syahrul menegaskan DPRD Gresik akan terus membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara legislatif, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga ketertiban, keamanan, sekaligus mempertahankan nilai-nilai religius yang telah lama melekat sebagai identitas Kabupaten Gresik.