Rabu, 06 July 2022 00:20 UTC

Ilustrasi kerokan
JATIMNET.COM, Surabaya – Kerokan menjadi kebiasaan sebagian orang ketika mengalami masuk angin secara turun temurun. Ketika tubuh mengalami gejala seperti rasa tidak enak badan, demam, pusing, nyeri otot, perut kembung, dan sering sendawa maka kerokan dipilih untuk pengobatan.
Dikutip dari laman alodokter, tidak hanya di Indonesia, kerokan juga menjadi tradisi sebagian warga di negara lain, seperti Cina dan Vietnam. Kebiasaan ini dinilai mampu membuat aliran darah dalam tubuh lebih lancar sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan.
Proses itu dipercaya lebih efektif jika disertai pijatan lembut sebelum kerokan. Sebab, mampu membantu meredakan ketegangan otot leher yan kerap menyebabkan rasa pusing serta nyeri pada leher dan pundak.
Hal-hal itulah yang menjadi alasan mengapa kerokan dapat membantu meredakan berbagai gejala masuk angin, mulai dari pusing hingga rasa tidak enak badan.
Untuk mendapatkan manfaat kerokan bagi kesehatan, maka perlu memperhatikan metodenya agar tepat dan aman. Pertama, meminta bantuan seorang untuk mengerok bagian tubuh yang disarankan, seperti punggung, leher,bahu, dan lengan.
Sebelum dikerok dengan benda tumpul seperti koin atau batu gua sha, bagian tubuh itu perlu diolesi minyak aromaterapi atau balsam. Bahan itu akan membuat permukaan kulit menjadi lebih licinsehingga kerokan bisa dilakukan dengan lebih mudah dan minim rasa sakit. Bahan yang terkandung dalam minyak aromaterapi atau balsam juga menambah rasa hangat dan memberikan kenyamanan pada tubuh.
Agar efek relaks lebih terasa, maka perlu memperhatikan kekuatan kerokan. Untuk itu, tekanan yang diberikan oleh orang yang membantu mengerok bisa menyesuaikan dengan keinginan kita. Apabila kurang kuat, bisa diminta menambah kekuatan maupun kecepatan. Demikian sebaliknya.
Dengan kerokan diharapkan mampu membuat kondisi masuk angin bisa teratasi tanpa perlu mengonsumsi obat-obatan. Namun, jika keluhan masuk angin tindak kunjung mereda atau disertai gejalan tertentu, seperti muntah terus menerus, demam tinggi, atau nyeri dada, maka perlu segera memeriksakan diri ke dokter.
