Logo

Kerap Dipadamkan, Pedagang Ikan Hias di Probolinggo Waswas Dagangan Mati

Beberapa Jenis Ikan Sensitif terhadap Kualitas Air Jika Listrik Mati
Reporter:,Editor:

Sabtu, 20 June 2026 10:20 UTC

Kerap Dipadamkan, Pedagang Ikan Hias di Probolinggo Waswas Dagangan Mati

‎‎Aktivitas pedagang ikan hias di Kota Probolinggo. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Pemadaman listrik bergilir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kota Probolinggo mulai menimbulkan dampak bagi pelaku usaha. Salah satu sektor yang terdampak adalah usaha ikan hias yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga kualitas lingkungan hidup ikan.

Kondisi tersebut dirasakan Novian Dimasyah, pedagang ikan hias di Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo. Selama hampir dua pekan terakhir, ia harus menghadapi ketidakpastian akibat pemadaman listrik yang terjadi berulang kali.

Menurut Novian, listrik memiliki peran penting dalam operasional usaha ikan hias karena digunakan untuk menghidupkan aerator dan sistem pendukung lainnya. Ketika aliran listrik terputus selama berjam-jam, pasokan oksigen di akuarium maupun kolam ikut berkurang sehingga berpotensi mengganggu kesehatan ikan.

"Yang paling kami khawatirkan saat listrik padam itu aerator mati. Kalau terlalu lama, ikan bisa stres, lemas, bahkan ada yang sampai pingsan," kata Novian, Sabtu, 20 Juni 2026.

BACA: Dua Rumah di Karanglo Probolinggo Terbakar saat Pemadaman Listrik 

Ia menjelaskan, beberapa jenis ikan hias memiliki tingkat sensitivitas tinggi terhadap perubahan kualitas air dan penurunan kadar oksigen. Jenis ikan seperti koi, koki, discus, hingga arwana menjadi yang paling rentan terdampak saat listrik padam dalam waktu lama.

Untuk mengantisipasi risiko kematian ikan, Novian menerapkan berbagai langkah darurat. Salah satunya dengan mengurangi volume air di dalam akuarium agar kebutuhan oksigen ikan tidak terlalu besar selama aerator berhenti beroperasi.

Selain itu, ia juga rutin memantau kondisi ikan selama masa pemadaman dan memberikan vitamin guna menjaga daya tahan ikan agar tetap stabil.

"Kami juga memberikan vitamin dan terus mengawasi kondisi ikan. Kalau ada yang mulai lemas, langsung ditangani supaya tidak sampai mati," ujarnya.

BACA: Hari Baca Buku Nasional di Probolinggo Dikemas Unik, Pelajar Diajak Tinggalkan Vape Lewat Literasi 

Pemadaman bergilir yang rata-rata berlangsung sekitar tiga jam setiap kali terjadi membuat para pelaku usaha semakin waswas. Mereka khawatir kerugian akan semakin besar apabila kondisi tersebut terus berlanjut dalam jangka waktu panjang.

Novian berharap pasokan listrik di Kota Probolinggo dapat segera kembali normal. Menurutnya, kestabilan listrik menjadi kebutuhan utama bagi usaha ikan hias karena hampir seluruh sistem pendukung bergantung pada tenaga listrik.

"Harapan kami listrik bisa segera normal lagi. Kalau pemadaman terus terjadi, bukan hanya mengganggu usaha, tapi juga bisa menyebabkan banyak ikan mati dan kerugian semakin besar," pungkasnya.