Kenang Tragedi Bom, Surabaya Deklarasikan Anti Terorisme dan Radikalisme

M. Khaesar Januar Utomo
M. Khaesar Januar Utomo

Selasa, 14 Mei 2019 - 22:55

JATIMNET.COM, Surabaya - Sejumlah elemen masyarakat kota Surabaya menggelar refleksi satu tahun tragedi bom yang terjadi di Kota Pahlawan, Selasa 14 Mei 2019. Acara ini dikemas dalam bentuk doa bersama serta deklarasi melawan terorisme di gedung Baradaksa Mapolrestabes Surabaya.

Dalam doa bersama itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak masyarakat Kota Surabaya untuk bersatu dan saling bergandengan tangan untuk menyatukan perbedaan dan perdamaian.

"Mari sama-sama jaga kesatuan dan persatuan ini jangan terpecah belah lagi. Kalau terkotak lagi maka bukan tidak mungkin mereka akan menjajah kita kembali," katanya.

BACA JUGA: Kenang Tragedi Bom, Wawali Surabaya Imbau Warga Guyub Rukun

Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi melawan terorisme di Kota Surabaya yang dipimpin Risma, sapaan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengajak masyarakat untuk tidak lagi takut dan cemas dengan kejadian setahun yang lalu. Melalui deklarasi tersebut, pihaknya ingin membuat komitmen bersama untuk saling menjaga Kota Surabaya.

"Kota surabaya tidak boleh diganggu dengan radikalisme, serta terorisme. Jadi harus kita jaga perdamaian di kota tercinta ini," ucapnya.

Sandi mengatakan komitmen bersama ini, tidak hanya ber;aku bagi polisi dan pemerintah saja. Menurutnya, komitmen ini juga berlaku bagi seluruh masyarakat Surabaya untuk sama-sama menjaga perdamaian di Surabaya.

"Mari kita jaga serta bina bersama untuk lebih baik, lebih maju, aman dan lebih bermanfaat," ucapnya.

BACA JUGA: Sejumlah Elemen Lintas Agama Kenang Tragedi Bom Surabaya

Tragedi bom Surabaya terjadi pada 13 dan 14 Mei 2018. Selain menghantam gereja, bom juga meneror Markas Polrestabes Surabaya pada 14 Mei 2018 lalu.

Saat kejadian, pelaku teroris membawa dua orang anak. Motor yang dikendarainya ditabrakkannya di dekat pintu gerbang dan terjadi ledakan yang membuat petugas polisi yang berjaga langsung terpental hingga terluka.

Salah satu anak pelaku berhasil diselamatkan salah satu perwira polisi yang saat itu menjabat sebagai Kasat Reskoba Polrestabes AKBP Ronny Faisal Saiful Faton yang kini menjabat sebagai Kapolres Kediri.

Baca Juga

loading...