Kenang Tragedi Bom, Wawali Surabaya Imbau Warga Guyub Rukun

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 14 Mei 2019 - 18:58

JATIMNET.COM, Surabaya - Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengimbau warga untuk selalu guyub dan rukun dalam menjalani kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal ini diungkapkan Whisnu terkait peristiwa bom yang terjadi di Surabaya setahun silam.

Tragedi bom itu terjadi pada 13 dan 14 Mei 2018 yang menimbulkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka. Peristiwa mengerikan itu masih menyisakan duka mendalam bagi Kota Pahlawan.

"Jadi, RT/RW, petugas pos kamling dan masyarakat setempat harus sering berkumpul dan saling mengenal," kata Whisnu saat diwawancarai di rumah dinasnya di Jalan Walikota Mustajap, Selasa 14 Mei 2019.

BACA JUGA: Sejumlah Elemen Lintas Agama Kenang Tragedi Bom Surabaya

Menurutnya, dengan saling mengenal satu sama lain, masyarakat bisa mendeteksi dini paham radikalisme yang menyusup di lingkungan warga. Contohnya, mengenali perubahan sikap maupun perilaku warga secara mendadak dan mencurigakan.

Pemerintah Kota Surabaya sudah turun ke kampung-kampung dan permukiman warga untuk menghidupkan kembali kegiatan poskamling dan kumpul-kumpul di gang menjaga kampung.

Menurut Whisnu, menjaga perkampungan atau permukiman itu upaya pendeteksian yang jauh lebih cepat dari instrumen kepolisian atau pemerintahan. "Laporan dari warga jauh lebih cepat," katanya.

BACA JUGA: Upaya Korban Bom Mapolrestabes Surabaya Menghapus Kecemasan dan Trauma

Whisnu mengatakan refleksi satu tahun peristiwa bom seharusnya menjadi momentum bagi warga untuk kembali aktif menjaga keamanan lingkungan dari gerakan radikalisme.

Ia mencontohkan dalam penanganan pasca tragedi pengeboman Mei 2018 silam, pemerintah langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mengumpulkan RT/RW setempat. Hasilnya, banyak laporan mencurigakan yang masuk. “Seperti di Tandes, dan akhirnya semua bisa tertangkap lebih cepat. Karena informasi dari sekitar,” tambahnya.

Whisnu berharap masyarakat mau peduli dengan lingkungan sekitar, waspada dengan tetangga sekitar, lebih waspada dan deteksi paling dini yang bisa dilakukan. “Jangan sampai terkontaminasi radikalisme. Dan sebenarnya warga bisa mendeteksi lebih awal,” katanya.

BACA JUGA: Lepas Sambut Kapolrestabes Surabaya, Risma Teringat Insiden Bom Gereja

Ia menyampaikan banyak hikmah yang bisa diambil dari tragedi itu. Kota Surabaya merupakan panutan dalam hal kerukunan antar umat agama. "Terbukti dengan banyaknya kegiatan lintas agama, maupun perkumpulan lintas agama," kata dia.

Whisnu percaya, warga Surabaya lebih cepat melupakan tragedi bom dan tidak terprovokasi hingga bisa memecah belah agama di Surabaya.

“Memori hitam itu seakan-akan sudah kita lupakan, soliditas kita sebagai warga Surabaya tidak tergoyahkan oleh hal-hal seperti itu. Di Surabaya itu, ini yang terjadi. Kerukunan antar umat beragamanya. Bagaimana kita menjaga kerukunan ini di Surabaya,” kata Whisnu.

Baca Juga

loading...