Kemarau, 10 Kecamatan dan 22 Desa di Ponorogo Berpotensi Kekeringan

Gayuh Satria Wicaksono

Jumat, 14 Juni 2019 - 12:25

JATIMNET.COM, Ponorogo – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo melakukan pendataan dan pemetaan, terhadap beberapa daerah yang akan mengalami kekeringan dan kesulitan sumber air bersih.

Tahun 2018, tercatat 7.863 warga di 22 Desa dan 10 Kecamatan mengalami bencana kekeringan serta kesulitan memperoleh air bersih, untuk keperluan sehari-hari maupun untuk bercocok tanam.

“Sarana dan prasarana saat ini sudah kita siagakan dan sudah mulai kita petakan sejak satu bulan lalu,” kata Kepala Bidang Kedarutan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono, Jumat 14 Juni 2019.

Menurutnya, Kecamatan Slahung menjadi wilayah yang mengalami kekeringan paling parah tahun lalu.

BACA JUGA: Polisi Sita 59 Balon Udara di Ponorogo selama Lebaran

Di Slahung terdapat tujuh desa yang mengalami kekeringan, di antaranya Desa Duri, Tugurejo, Kambeng, Slahung, Caluk, Ngilo-ilo, dan Menggare.

Sementara, sembilan kecamatan lainnya adalah Kecamatan Mlarak (Suren), Sampung (Tulung), Pulung (Karangpatihan), Badegan (Dayakan), Balong (Ngendut, Pandak), Bungkal (Pelem, Munggu, Bungu), Sawoo (Tumpuk, Sawoo, Prayungan), Jenangan (Mrican), Kauman (Gabel).

Tangki penyuplai air bersih di Ponorogo. Foto: Ist

Ia menambahkan, survei terkait sumber air di beberapa desa yang berpotensi mengalami kekeringan juga dilakukan oleh BPBD Ponorogo untuk mencegah kepada kehidupan warga.

Selain itu, pengecekan tandon-tandon air guna menampung air dari droping mobil tanki air juga mulai dikontrol kesiapannya oleh BPBD.

BACA JUGA: Kemarau 2019, BMKG Prediksi Kekeringan Hampir Merata di Jatim

“Kemungkinan bulan September permintaan untuk droping air akan mulai banyak, untuk saat ini kita sudah mulai pengecekan sarprasnya,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini di Ponorogo sedang dalam masa transisi antara musim penghujan dan musim kemarau.

Sebab, pada bulan Mei lalu, beberapa daerah di Ponorogo masih mengalami musim penghujan.

“Untuk saat ini sebaiknya para warga tidak perlu panik terhadap bencana kekeringan, kami dari BPBD siap jika sewaktu-waktu ada yang membutuhkan pengiriman air, selain itu gunakanlah air seperlunya dan sewajarnya saja,”  pungkasnya.

Baca Juga

loading...