Logo

Kebakaran Lereng Lawu Meluas, Semua Jalur Pendakian Ditutup

Reporter:

Selasa, 15 September 2026 14:00 UTC

Kebakaran Lereng Lawu Meluas, Semua Jalur Pendakian Ditutup

Ilustrasi kebakaran hutan. Dok/Jatimnet.com

JATIMNET.COM, Magetan - Seluruh jalur pendakian Gunung Lawu ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini menyusul kebakaran hutan yang melanda lereng gunung tersebut sejak Senin, 14 September 2026.  

Asper BKPH Lawu Selatan KPH Lawu Ds, Mulyadi mengatakan bahwa penutupan jalur pendakian untuk mencegah pendaki masuk ke kawasan yang masih berisiko terdampak kebakaran.

Meski api di wilayah Magetan telah padam, penjalaran api dilaporkan mengarah ke kawasan hutan di Kabupaten Ngawi.

“Gunung Lawu ini ada beberapa jalur pendakian. Jadi, kalau satu titik terbakar itu akan mengancam semua jalur,” ujar Mulyadi, Selasa, 15 September 2026.

Kebakaran di wilayah Magetan terjadi di RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, tepatnya Petak 50 A1 dan Petak 50 E. Berdasarkan pendataan terbaru Perhutani, luas kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai sembilan hektare.

Luasan tersebut bertambah dari estimasi awal sekitar dua hektare. Pendataan dilakukan secara bertahap seiring perkembangan kondisi kebakaran di lapangan.

Petak yang terbakar di wilayah Magetan itu RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, Petak 50 A1 dan Petak 50 E, dengan estimasi keluasan kurang lebih sembilan hektare.

Mulyadi mengatakan api di wilayah Magetan saat ini telah padam. Namun, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali.

“Untuk saat ini wilayah Magetan sudah mati, sudah padam. Api sekarang menjalar ke wilayah Ngawi,” jelasnya.

Petugas juga memperkuat ilaran atau sekat bakar di kawasan perbatasan Magetan-Ngawi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api dari wilayah Ngawi kembali merembet ke kawasan Magetan.

“Karena yang sudah padam itu kita memastikan tidak ada bara api, kemudian kita membuat ilaran untuk mengantisipasi rembetan dari jalur wilayah Ngawi,” kata Mulyadi.

Penanganan kebakaran melibatkan Perhutani, BPBD, TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan masyarakat. Pemantauan terhadap titik kebakaran serta arah penjalaran api masih dilakukan.

Masyarakat dan calon pendaki diminta tidak memasuki kawasan Gunung Lawu selama penutupan berlangsung. Jalur pendakian baru akan dibuka kembali setelah kondisi dinyatakan aman dan ada pengumuman dari pihak berwenang.

Sementara itu, penyebab kebakaran di kawasan perbatasan Magetan-Ngawi masih belum diketahui secara pasti dan masih dalam penelusuran.