Karya Pelajar SMK Ramaikan Festival Kebaya Banyuwangi

Ahmad Suudi

Kamis, 25 April 2019 - 07:08

JATIMNET.COM, Banyuwangi - Ada yang baru di Festival Kebaya Banyuwangi tahun ini, karena hadirnya 18 karya pelajar SMK di panggung catwalk. Desainer lokal yang selama ini memang sudah ditampilkan, kembali hadir dengan kebaya yang mereka kreasikan sesuai tema.

Begitu juga pelajar-pelajar SMK di Banyuwangi, yang sibuk dengan tema masing-masing sebulan terakhir. Mereka mendapatkan pelatihan dari Presiden Indonesia Fashion Chamber (IFC) Ali Kharisma dan hasilnya ditampilkan di sesi khusus bagian awal fashion show.

Misalnya Mirta Arsela P (17) siswi SMK Negeri Darul Ulum Muncar yang mendapatkan tema Alas Purwo. Dia menghasilkan kebaya bergaya feminin dengan dominasi warna hitam dan motif floral untuk menggambarkan kondisi Alas Purwo.

"Aku pakai warna gelap, brokat daun dan motif bunga warna merah. Jadi di Alas Purwo itu kekuatan magis dan kelestarian alam bisa digabung," ujar Mirta pada Jatimnet usai acara, Rabu 24 April 2019.

BACA JUGA: "Menjadi" Pilot Cessna 172 di Pameran Inovasi Banyuwangi

Selama pelatihan dan kegiatan fashion show, dia mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru. Dari pembuatan sabuk, tali temali untuk kebutuhan fashion, cara penempelan berbagai bagian, serta detail pengerjaan yang mengutamakan kerapihan.

"Juga gimana sesuatu yang murah bisa jadi hal bagus dan mahal," kata Mirta yang menaksir kebayanya senilai Rp 500 ribu itu.

Begitu pula Putri Ayu Puji Lestari (16) siswi SMK Bustanul Falah, Kecamatan Genteng, yang mendapatkan tema pantai. Dia mengaku langsung diminta guru di sekolahnya untuk ikut pelatihan pembuatan kebaya, bersama seorang kakak kelas.

"Bikin desain setengah hari, lalu dikomentari pelatihnya. Katanya desain yang saya buat bergaya modern dan sangat sulit direalisasikan, jadi dibuat lebih sederhana," kata Putri di balik panggung Gedung Kesenian dan Kebudayaan (Gesibu) Blambangan Banyuwangi tempat acara festival digelar.  

Pelajar kelas 1 jurusan tata busana itu mengaku senang mendapatkan pelatihan, ilmu yang seharusnya dia dapatkan di kelas 3 nanti. Setelah 7 hari pertemuan selesailah karyanya, berupa kebaya krem pastel yang mewakili keindahan pantai Banyuwangi.

BACA JUGA: Hamparan Bunga Sambut Banyuwangi Agro Expo 2019

"Puas banget walaupun ribet banget. Dari desain baju sampai fitting sebelum ditampilkan," ujar Putri lagi.

Even yang juga digelar untuk memperingati Hari Kartini itu dihadiri Gubernur wanita pertama Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sosoknya yang mengenakan kebaya hitam langsung bertepuk tangan setelah karya pelajar SMK diperagakan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya mengatakan busana lokal dan nusantara terus dikembangkan di Bumi Blambangan. Pasalnya fesyen dan kuliner termasuk sub sektor ekonomi kreatif yang dampak positifnya cepat dirasakan pariwisata daerah.

"Kebaya merupakan bagian fashion, selain batik, yang kita kembangkan. Karena kuliner dan fashion memiliki impak yang cepat pada pariwisata," katanya.

Baca Juga

loading...