Kapuspen Kemendagri Ingatkan Penghitungan Kursi Caleg Menggunakan Metode Baru

Menggunakan metode konversi Sainte Laque
David Priyasidharta

Sabtu, 20 April 2019 - 15:24

JATIMNET.COM, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Bahtiar meminta calon legislatif, saksi dan penyelenggara pemilu wajib memahami metode konversi suara menjadi kursi partai politik hasil Pemilu 2019.

Pasalnya, metode hitung perolehan suara menjadi kursi parpol Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu sebelumnya. Saat ini metode yang digunakan adalah Konversi Sainte Laque.

“Semua caleg, saksi dan penyelenggara pemilu wajib memahami metode Konversi Sainte Laque,” kata Bahtiar di Jakarta, Sabtu 20 April 2019.

BACA JUGA: Kiai-Kiai Jatim Minta Semua Pihak Bersabar Tunggu Hasil Pemilu

Sementara Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu Dan Demokrasi (SPD) August Mellaz mengatakan, metode penghitungan menjadi salah satu perangkat teknis sistem pemilu untuk mengubah suara partai menjadi kursi yang erat kaitannya dengan besaran dapil, ambang batas perwakilan dan jumlah partai.

“Efek metode hitung dalam mentransfer suara partai menjadi kursi, terkait erat dengan perangkat teknis lainnya seperti Besaran dapil (district magnitude), besaran ambang Batas Perwakilan (PT), serta jumlah partai dalam penghitungan suara-kursi,” kata August.

Dalam Pasal 414 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, disebutkan bahwa partai politik harus memenuhi ambang batas parlemen sebanyak empat persen dari jumlah suara.

Dalam Pasal 415 (2) dijelaskan setiap partai politik yang memenuhi ambang batas akan dibagi dengan bilangan pembagi 1 yang diikuti secara berurutan dengan bilangan ganjil 3,5, 7 dan seterusnya.

BACA JUGA: Ketua PBNU Imbau Masyarakat Patuhi Konstitusi

“Hitung perolehan suara sah setiap partai politik di dapil dengan bilangan pembagi tetap yang dimulai dengan angka 1, 3, 5, 7, dan seterusnya,” kata August.

Pertama, setelah diketahui hasil penghitungan suara sah setiap partai politik dengan bilangan pembagi tetap yang telah ditentukan, kemudian menentukan peringkat mulai yang tertinggi hingga terendah sesuai jumlah kursi yang disediakan di dapil.

Kedua, membagikan kursi yang disediakan di dapil kepada setiap partai politik secara berurutan, berdasarkan peringkat yang telah disusun, mulai peringkat yang terbesar hingga yang terkecil, sampai dengan kursi habis terbagi. (ant)

Baca Juga

loading...