Sabtu, 31 October 2026 11:05 UTC

Kepala Disbudparpora Kota Kediri Un Achmad Nurdin (tengah) bersama Sekdin Miko Mardianto (kiri) dan Kabid Pariwisata Fransiskus Yeriastika Soemartono saat berdiskusi dengan awak media di Gua Selomangleng, Sabtu, 31 Oktober 2026. Foto: Queen
JATIMNET.COM, Kediri – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam komunitas roda dua GARANG (Gabungan Sembarang) menjelajahi sejumlah destinasi wisata di Kota Kediri, Sabtu, 31 Oktober 2026. Melalui kegiatan Riding Wisata Ceria, mereka berupaya memperkenalkan potensi wisata lokal yang dinilai bisa dikembangkan menjadi paket wisata terpadu.
Rombongan memulai perjalanan pukul 07.15 WIB dari area parkir eks Pacific, Jalan Stasiun. Sebelum berangkat, peserta mengikuti pengarahan dari Kepala Divisi Pariwisata Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Kediri, Adi Sutrisno.
Rute perjalanan mencakup sejumlah titik, mulai dari Sumur Bor, RS Baptis, Perempatan Ngronggo, hingga Perempatan Kakso. Peserta kemudian singgah di destinasi wisata alam Sumber Jiput.
Perjalanan berlanjut melewati Alun-Alun Kota Kediri, Klenteng Tjhoe Hian Kiong, Jembatan Brawijaya, dan Taman Sekartaji. Rombongan mengakhiri kegiatan dengan mengunjungi situs bersejarah Gua Selomangleng.
Ketua GARANG, Budi Arya, mengatakan komunitas tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi jurnalis dari berbagai media untuk bersinergi dengan sejumlah pihak. Salah satu agenda yang mereka dorong saat ini adalah mengenalkan sekaligus mengembangkan potensi pariwisata Kota Kediri.
BACA: Wisata Ceria Jurnalis GARANG, Upaya Angkat Potensi Wisata Lokal Kota Kediri
"GARANG intinya gabungan dari beberapa elemen jurnalis yang bersinergi dengan pihak terkait, yang saat ini agendanya mengangkat potensi wisata Kota Kediri. Harapannya, potensi yang belum terjelajah dan belum dipoles bisa termotivasi," ujarnya.
Menurut Budi, sejumlah lokasi yang masuk dalam rute Riding Wisata Ceria memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai satu kesatuan perjalanan wisata. Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pengemasan destinasi lokal menjadi paket wisata yang lebih terintegrasi.
"Kami menilai rute tadi merupakan aset dan paket wisata yang patut diapresiasi agar kelak menjadi paket wisata terintegrasi secara nyata," katanya.
BACA: IKG Kediri Naik, Vinanda Akui Pembangunan Belum Merata
Selain menjelajahi destinasi wisata, GARANG juga menggelar diskusi dan wawancara dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri. Diskusi tersebut menghadirkan Kepala Disbudparpora Un Achmad Nurdin, Sekretaris Dinas Miko Mardianto, serta Kepala Bidang Pariwisata Fransiskus Yeriastika Soemartono.
Dalam kesempatan itu, Un Achmad Nurdin menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri tengah memperkuat upaya untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2029. Menurutnya, peluang tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata.
Dia menyebut komunikasi dengan KONI Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, Ketua KONI Provinsi Jawa Timur direncanakan berkunjung ke Kota Kediri dalam waktu dekat.
BACA: Indonesia Cetak Dua Juta Sarjana Tiap Tahun, Wamen Fauzan: Ijazah Saja Tak Cukup
"Alhamdulillah kelihatannya sudah mulai mengarah ke Kota Kediri sebagai tuan rumah Porprov. Insya Allah dalam waktu dekat Ketua KONI Provinsi akan datang ke sini. Mudah-mudahan ada hasil positif sehingga kita bisa menjadi tuan rumah," ujarnya.
Un Achmad menilai penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga selama ini telah memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran atlet, pelatih, dan pengunjung dari luar daerah turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dia berharap penyelenggaraan Porprov 2029 dapat memperluas dampak tersebut. Destinasi wisata seperti kawasan Selomangleng dan museum, misalnya, bisa menjadi tujuan tambahan bagi atlet maupun penonton di sela-sela agenda pertandingan.
Dengan begitu, kunjungan peserta dan penonton tidak hanya terkonsentrasi di lokasi pertandingan, tetapi juga menyebar ke berbagai destinasi wisata di Kota Kediri.
"Sport tourism ini sudah sejalan dengan program kota. Kalau kita bisa menjadi tuan rumah Korprov, dampaknya akan lebih luas. Tidak hanya ke olahraga, tapi juga ke pariwisata dan ekonomi masyarakat," tambahnya. Reporter: Queenta
