Kamis, 22 October 2026 09:18 UTC

Peluncuran lomba: MC-RJM bersama Disporaparekraf Kota Mojokerto menggelar Lomba Foto dan Video Pariwisata 2026 untuk mempromosikan potensi daerah. Foto: MC-RJM for Jatimnet.com
JATIMNET.COM, Mojokerto – Media Centre–Ruang Jurnalis Mojokerto (MC-RJM) bersama Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kota Mojokerto menggelar Lomba Foto dan Video Pariwisata Kota Mojokerto 2026. Ajang ini mengajak masyarakat dan pelajar mempromosikan potensi wisata, ekonomi kreatif, serta kuliner daerah melalui karya visual.
Mengusung tema “Pesona Kota Mojokerto dalam Jejak Majapahit”, lomba tersebut menyediakan hadiah dengan total nilai Rp20 juta. Penyelenggara juga mengintegrasikan kegiatan ini dengan rangkaian MOJO BATIK 2026 dan peringatan Hari Jadi Mojopahit ke-733.
Ketua Panitia Lomba, Sholahuddin Wijaya, mengatakan ajang tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkenalkan potensi Kota Mojokerto kepada khalayak yang lebih luas.
“Kami mengajak masyarakat dan pelajar untuk berbondong-bondong mendaftarkan diri, menunjukkan kemampuan dalam mengabadikan momen wisata, ekonomi kreatif, dan kuliner Kota Mojokerto,” ujar Sholahuddin, yang juga reporter iNewsTV, Kamis, 22 Oktober 2026.
BACA: Ning Ita Ajak Warga Kota Mojokerto Awasi Pemerintah, Empat Draf Perwali Dibahas
Panitia menyiapkan hadiah Rp13 juta bagi sembilan pemenang lomba video wisata dan Rp7 juta bagi lima pemenang lomba foto. Selain hadiah utama, panitia menyediakan hadiah masing-masing Rp1 juta bagi pemenang favorit pilihan pemirsa melalui Instagram.
“Selain hadiah uang tunai, panitia juga memberikan piagam dan sertifikat yang ditandatangani Wali Kota Mojokerto,” imbuhnya.
Koordinator MC-RJM, Moh Safiqudin, menjelaskan bahwa lomba berlangsung mulai 10 Oktober hingga 3 November 2026. Peserta dapat mendaftarkan karya dengan biaya Rp25.000 per karya dan mengirimkan lebih dari satu karya sesuai ketentuan panitia.
Tema lomba: Lomba Foto dan Video Pariwisata Kota Mojokerto 2026 mengusung tema “Pesona Kota Mojokerto dalam Jejak Majapahit”. Foto: MC-RJM for Jatimnet.com
“Biaya pendaftaran kami buat terjangkau, khususnya bagi pelajar, agar semakin banyak yang berpartisipasi,” kata Safiqudin, yang juga reporter Kompas TV.
Panitia juga akan memamerkan 15 karya foto terbaik pada 13–14 November 2026 di objek wisata Taman Bahari Mojopahit (TBM). Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian MOJO BATIK 2026 sekaligus peringatan Hari Jadi Mojopahit ke-733.
Pada puncak acara, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dijadwalkan menyerahkan hadiah dan piagam kepada para pemenang.
Promosikan Wisata dan Ekonomi Kreatif Mojokerto
Kepala Disporaparekraf Kota Mojokerto, Any Wijaya, mengatakan lomba foto dan video pariwisata menjadi salah satu strategi untuk memperluas promosi potensi daerah melalui media kreatif.
Menurutnya, perkembangan media sosial membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut mengenalkan berbagai potensi daerah, mulai dari destinasi wisata, produk ekonomi kreatif, dan kuliner hingga aktivitas masyarakat yang menarik bagi wisatawan.
“Harapan kami, melalui lomba ini semakin banyak masyarakat yang ikut mengenalkan potensi wisata Kota Mojokerto. Tidak hanya destinasi wisatanya, tetapi juga ekonomi kreatif, kuliner, serta berbagai aktivitas masyarakat yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi,” ujar Any.
Ia menjelaskan, panitia memilih tema “Pesona Kota Mojokerto dalam Jejak Majapahit” untuk mendorong peserta menggali kreativitas dalam mengemas identitas daerah yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Majapahit.
Melalui foto dan video yang menarik serta mengikuti perkembangan zaman, peserta diharapkan mampu menyampaikan cerita tentang potensi Kota Mojokerto dengan cara yang mudah diterima masyarakat luas.
Total hadiah: Lomba Foto dan Video Pariwisata Kota Mojokerto 2026 menyediakan hadiah dengan total nilai Rp20 juta bagi para pemenang. Foto: MC-RJM for Jatimnet.com
“Kami ingin potensi Kota Mojokerto tidak hanya dikenal masyarakat lokal. Dengan karya foto dan video yang menarik, promosi melalui media sosial bisa menjangkau masyarakat lebih luas dan pada akhirnya ikut mendorong kunjungan wisata,” katanya.
Any juga mengapresiasi kolaborasi MC-RJM dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan lomba tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah, insan pers, dan masyarakat penting untuk memperkuat promosi pariwisata sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas.
“Ini bentuk kolaborasi yang positif. Kami berharap peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan karya terbaik sekaligus ikut menjadi bagian dalam mempromosikan Kota Mojokerto,” pungkasnya.
Melalui lomba ini, penyelenggara berharap potensi sejarah, pariwisata, ekonomi kreatif, dan kuliner Kota Mojokerto semakin dikenal luas. Karya para peserta juga diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata daerah. Iklan/ADV
