Logo

Pascaerupsi, Wisata Bromo Tetap Dibuka di Seluruh Pintu Masuk

Reporter:,Editor:

Minggu, 08 November 2026 00:00 UTC

Pascaerupsi, Wisata Bromo Tetap Dibuka di Seluruh Pintu Masuk

Suasana di pintu masuk destinasi wisata Gunung Bromo via Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, Sabtu, 7 November 2026. Foto:Zulafif/Jatimnet.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Kawasan wisata Gunung Bromo tetap dibuka melalui seluruh pintu masuk pascaerupsi yang terjadi pada Kamis sore, 5 November 2026.

Aktivitas pariwisata di kawasan tersebut masih berlangsung normal dan dikunjungi ribuan wisatawan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan belum ada kebijakan penutupan akses wisata Gunung Bromo. Seluruh pintu masuk masih dapat digunakan wisatawan untuk berkunjung.

Meski demikian, pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Bromo. Penutupan akses wisata akan dilakukan apabila terjadi perubahan status aktivitas gunung api yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.

Menurut Rudijanta, setiap langkah penanganan akan didasarkan pada informasi dan data dari instansi berwenang.

"Meski masih tetap dibuka, kami tetap mengimbau wisatawan agar menaati aturan-aturan yang telah diberikan demi keselamatan bersama," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu, 7 November 2026, kawasan wisata Gunung Bromo masih dipadati pengunjung.

Wisatawan domestik hingga mancanegara terlihat berdatangan melalui pintu masuk Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Erupsi dua hari sebelumnya tidak menyurutkan minat wisatawan untuk menikmati panorama Bromo. Sejumlah titik wisata, termasuk kawasan Lautan Pasir, masih ramai dikunjungi.

Deretan Jeep yang menjadi transportasi utama wisatawan terlihat berjejer di kawasan tersebut. Pedagang kaki lima juga kembali beraktivitas dengan menjajakan dagangan kepada pengunjung.

BBTNBTS mencatat, jumlah kunjungan wisatawan masih terbilang normal. Total pengunjung mencapai ribuan orang melalui tiga pintu masuk wisata, dengan rata-rata sekitar 300 wisatawan per hari di masing-masing pintu masuk.

Meski aktivitas pariwisata tetap berjalan, wisatawan diminta tidak lengah terhadap potensi perubahan aktivitas vulkanik. Pengunjung juga diimbau mematuhi ketentuan petugas dan memperhatikan informasi resmi mengenai kondisi Gunung Bromo.

BBTNBTS menegaskan keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas dalam pengelolaan kawasan wisata Gunung Bromo, terutama setelah terjadinya erupsi.