Logo

IKG Kediri Naik, Vinanda Akui Pembangunan Belum Merata

Reporter:,Editor:

Kamis, 29 October 2026 01:00 UTC

IKG Kediri Naik, Vinanda Akui Pembangunan Belum Merata

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menerima tim verifikasi Pengarusutamaan Gender dari Kementerian PPPA di ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri secara Daring, Rabu, 28 Oktober 2026. Foto: Queen/Jatimnet.

JATIMNET.COM, Kediri – Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Kediri naik tipis pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi catatan bagi Pemerintah Kota Kediri meski capaian indeks tersebut masih menempatkan Kota Kediri di peringkat kedua terbaik se-Jawa Timur.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, capaian indeks yang baik tidak serta-merta menunjukkan pembangunan telah berhasil. Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat yang dirasakan seluruh masyarakat, termasuk perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Pembangunan tidak cukup hanya terlihat baik dalam angka atau dokumen. Pembangunan harus bisa dirasakan manfaatnya secara adil oleh perempuan, laki-laki, anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan seluruh masyarakat,” kata Vinanda saat menerima tim verifikasi Pengarusutamaan Gender (PUG) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) secara daring, Rabu, 28 Oktober 2026.

IKG Kota Kediri pada 2025 tercatat 0,125, sedikit lebih tinggi dibandingkan 2024. Sementara itu, Indeks Pembangunan Gender (IPG) mencapai 96,36 dan menempatkan Kota Kediri di peringkat kelima di Jawa Timur.

Vinanda menegaskan, capaian tersebut harus menjadi pengingat bahwa upaya mewujudkan kesetaraan gender masih perlu diperkuat.

“Yang ingin kami hadirkan bukan sekadar indeks yang semakin baik, melainkan kesempatan dan rasa aman yang semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.

Pemkot Kediri telah memasukkan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam sasaran pembangunan melalui RPJMD 2025–2029 dengan visi Kota Kediri Mapan. Upaya itu diperkuat melalui pembentukan Kelompok Kerja PUG, penyusunan Rencana Aksi Daerah, serta penempatan focal point di 28 perangkat daerah.

Dari sisi anggaran, alokasi untuk subkegiatan responsif gender meningkat dari sekitar Rp352 miliar pada 2024 menjadi Rp588 miliar pada 2025. Jumlah kegiatannya juga bertambah dari 127 menjadi 142.

Namun, Vinanda mengingatkan bahwa peningkatan anggaran dan jumlah kegiatan tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Sejumlah program telah dijalankan, di antaranya Rasi Prima yang membantu 52 industri kecil menengah milik perempuan masuk ke pasar modern. Pemkot juga memberdayakan 92 perempuan kepala keluarga. Dari bantuan modal usaha periode 2021–2024, sekitar 67 persen penerimanya merupakan perempuan, termasuk 505 perempuan kepala keluarga.

Pemkot Kediri turut memperluas layanan bagi penyandang disabilitas. Program BESTARI menyediakan terapi gratis dan layanan antar-jemput bagi anak penyandang disabilitas. Jumlah anak yang dilayani meningkat dari 12 pada 2025 menjadi 21 pada 2026. Sementara itu, Bus Mapan Ceria membantu siswa penyandang disabilitas mengakses sekolah dengan pendamping khusus.

Layanan lain mencakup ATM Beras Mapan yang menjangkau 3.882 penerima manfaat serta konsultasi kesehatan Sobat Dokter melalui WhatsApp yang mencatat 114 konsultasi, dengan 82 konsultasi berasal dari perempuan.

Pemkot juga memperluas pelayanan publik melalui Mobil Pelayanan Masyarakat yang menjangkau 46 kelurahan. Fasilitas pendukung lainnya meliputi ruang laktasi, parkir khusus, akses bagi penyandang disabilitas, dan pelatihan bahasa isyarat bagi petugas.

Vinanda mengatakan, Pemkot Kediri akan terus membenahi perencanaan dan penganggaran berbasis kebutuhan, memperkuat data terpilah, serta memperluas layanan inklusif.

“Ini motivasi bagi seluruh jajaran untuk mengintegrasikan isu gender ke dalam seluruh proses pembangunan. Kami sangat terbuka terhadap masukan. Apa pun hasil dari proses ini, kami akan menjadikannya pijakan untuk terus belajar dan memperbaiki pelaksanaan PUG di Kota Kediri,” tuturnya.