Logo

Lima Rumah Di Desa Darungan Jember Terancam Longsor

Reporter:,Editor:

Rabu, 28 October 2026 23:00 UTC

Lima Rumah Di Desa Darungan Jember Terancam Longsor

Kondisi jalan setapak di Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember yang retak dan berpotensi mengakibatkan tanah longsor saat musim hujan. Foto: Fauzan Arif Satrio/Jatimnet.

JATIMNET.COM, Jember – Lima rumah warga Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember terancam amblas seiring hujan yang mulai turun di wilayah setempat.

Kepala Desa Darungan H Sukron Arafid mengatakan bahwa ancaman longsor meningkat karena fondasi lima hunian itu berjarak sekitar 5-6 meter dari akses jalan yang retak.

Keretakan dengan panjang hampir 30 meter itu terjadi di jalan setapak yang menghubungkan Padukuhan Kidul Sawah dengan Dusun Krajan, Padukuhan Krajan.

“Ketika hujan turun, tanah yang retak bisa langsung longsor dan kondisinya semakin mengkhawatirkan karena mengarah ke permukiman,” kata Sukron, Rabu malam, 28 Oktober 2026.

Ia mengungkapkan, ancaman tanah longsor yang dapat berdampak pada hunian warga telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Sebab, kondisi tanahnya selalu mengalami keretakan saat musim kemarau.

Kemudian, saat musim hujan berpotensi longsor karena air dapat menggerus tanah yang retak. Retaknya jalan yang dibangun secara swadaya oleh warga itu mengakibatkan terhentinya mobilitas warga yang naik mobil di titik tersebut.  

Pengendara sepeda motor juga harus ekstra hati-hati saat melalui jalan penghubung Padukuhan Kidul Sawah dengan Dusun Krajan, Padukuhan Krajan tersebut.

Selain jalan setapak, Sukron juga menyoroti kondisi jembatan gantung di desanya yang mengkhawatirkan. Ia berharap pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi segera turun tangan untuk menangani kerusakan infrastukrur di Desa Darungan.

Apalagi, pihak pemerintah desa telah berulang kali mengajukan bantuan perbaikan. Namun, penanganan secara menyeluruh belum dilaksanakan.

“Sudah pernah diajukan ke kabupaten dan provinsi, bahkan pernah ditinjau. Namun, sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Kami berharap kali ini ada perhatian serius karena kondisinya semakin mengkhawatirkan,” katanya.

 

Reporter: Fauzan Arif Satrio