Kamis, 29 October 2026 07:10 UTC

Wamendiktisaintek Prof. Dr. Fauzan berfoto bersama seluruh wisudawan UNP Kediri. Kamis, 29 Oktober 2026. Foto: Queen/Jatimnet
JATIMNET.COM, Kediri – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengingatkan para lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya mengandalkan ijazah untuk bersaing di dunia kerja. Ia menilai kompetensi, integritas, dan karakter menjadi faktor penting yang menentukan kontribusi sarjana bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Fauzan saat menghadiri Wisuda ke-68 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Tahun 2026, Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurut Fauzan, Indonesia menghasilkan sedikitnya dua juta sarjana setiap tahun. Namun, jumlah lulusan yang besar belum tentu mencerminkan kemajuan jika mereka tidak mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Kemandirian dan kehebatan tidak bisa hanya mengandalkan selembar ijazah. Semua itu harus didorong oleh karakter yang baik dan kuat," kata Fauzan.
BACA: Anak PRT Raih Wisudawan Terbaik UNP Kediri dengan IPK 3,96
Ia menjelaskan, ijazah hanya menjadi bukti administratif bahwa seseorang telah menyelesaikan pendidikan. Sementara itu, kemampuan menghadapi tantangan di dunia nyata bergantung pada penguasaan ilmu, integritas, dan karakter yang dimiliki setiap lulusan.
Karena itu, Fauzan mendorong para sarjana untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus kepekaan moral. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Wamendiktisaintek Soroti Perjuangan Penerima KIP Kuliah
Fauzan juga menyoroti semangat mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di UNP Kediri. Menurutnya, mahasiswa dari kelompok tersebut memiliki daya juang dan prestasi akademik yang tidak kalah dibandingkan mahasiswa lainnya.
Wamendiktisaintek Fauzan (kiri) didampingi Rektor UNP Kediri, Zainal Afandi saat diwawancarai awak media, Kamis, 28 Oktober 2026. Foto: Queen/Jatimnet
Ia menilai kesempatan memperoleh bantuan pendidikan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan diri, memperluas pengetahuan, dan membangun karakter sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Pada 2026, pemerintah mengalokasikan kuota KIP Kuliah bagi 210.000 calon penerima. Fauzan berharap kesempatan tersebut dapat mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri agar mampu berkontribusi setelah lulus.
Selain meningkatkan kapasitas pribadi, ia mengingatkan para sarjana baru agar menjalankan tanggung jawab sosial. Menurutnya, pendidikan tinggi semestinya memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam mendorong perubahan menuju kondisi yang lebih baik.
"Ada tanggung jawab sosial yang harus diemban oleh para sarjana baru, yaitu mengubah kehidupan mulai dari yang gelap menjadi terang, dari yang miskin menjadi tidak miskin, dan seterusnya. Tetapi itu semua harus dimulai dari kekuatan diri sendiri, sehingga mampu menjadi teladan bagi masyarakat," ujarnya.
BACA: DPR Soroti Dugaan Kekerasan di Sekolah Rakyat Jember, Komisi X Siapkan Evaluasi
Sementara itu, Rektor UNP Kediri Zainal Afandi berharap para wisudawan tumbuh menjadi lulusan yang unggul, berilmu, berbudi luhur, dan mampu bersaing di tingkat global.
Ia mengingatkan bahwa gelar akademik harus diikuti dengan perilaku yang baik dan kebijaksanaan dalam menerapkan ilmu. Dengan demikian, para lulusan dapat memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan bangsa.
"Jadilah sarjana yang sujana, sarjana yang berilmu tinggi, berakhlak budi baik, dan bijaksana. Darmabaktikan gelar ini agar menjadi energi baru bagi bangsa yang maju, modern, dan beradab," kata Zainal.
Zainal juga mengajak para wisudawan untuk menghargai perjuangan orang tua yang telah mendukung pendidikan mereka. Ia menekankan pentingnya mengingat doa, kerja keras, dan pengorbanan keluarga selama para mahasiswa menempuh studi hingga berhasil meraih gelar sarjana.
Reporter: Queenta Deyanti AR
