Logo

Dari Kampus Pesantren, UNUJA Probolinggo Cetak 1.195 Lulusan Berorientasi Pengabdian

Pengabdian Mahasiswa Menjangkau Malaysia dan Thailand
Reporter:,Editor:

Minggu, 25 October 2026 10:47 UTC

Dari Kampus Pesantren, UNUJA Probolinggo Cetak 1.195 Lulusan Berorientasi Pengabdian

Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo mewisuda 1.195 lulusan program diploma, sarjana, dan magister dalam Wisuda ke-9, Minggu, 25 Oktober 2026. Foto: Zulafif/Jatimnet

‎JATIMNET.COM, Probolinggo – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Probolinggo mewisuda 1.195 lulusan program diploma, sarjana, dan magister dalam rangka Dies Maulidiyah IX dan Wisuda ke-9 di kampus setempat, Minggu, 25 Oktober 2026.

Melalui momentum tersebut, perguruan tinggi berbasis pesantren ini menegaskan komitmennya mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berakhlak dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mengusung tema “Berdampak, Menebar Manfaat untuk Umat”, UNUJA mendorong para lulusan agar menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat. Kampus menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak berhenti pada perolehan gelar, tetapi juga harus tercermin melalui kontribusi nyata.

Rektor UNUJA, KH Dr. Najiburrohman Wahid, mengatakan ukuran keberhasilan perguruan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah lulusan, akreditasi, publikasi ilmiah, maupun penghargaan yang diraih. Menurutnya, kampus juga harus mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

“Universitas besar, bukan hanya universitas yang namanya dikenal luas, melainkan universitas yang kehadirannya benar-benar dibutuhkan untuk perbaikan kualitas hidup bersama,” tegasnya.

Dari total 1.195 wisudawan, sebanyak 453 lulusan berasal dari Fakultas Agama Islam, 351 orang dari Fakultas Teknik, dan 196 orang dari Fakultas Sosial dan Humaniora. Sementara itu, Pascasarjana menyumbang 107 lulusan dan Fakultas Kesehatan sebanyak 88 orang.

UNUJA berharap para lulusan mampu mengembangkan kompetensi profesional sesuai bidang keilmuan masing-masing. Mereka juga diharapkan membawa nilai-nilai kepesantrenan dalam menjalankan profesi serta berinteraksi dengan masyarakat.

 

UNUJA Tambah Tiga Program Studi Berpredikat Unggul

Di bidang akademik, UNUJA mencatat peningkatan jumlah program studi yang meraih predikat Unggul. Jika pada 2025 terdapat lima program studi, pada 2026 jumlahnya bertambah menjadi delapan.

Delapan program studi tersebut meliputi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Ekonomi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Matematika.

Penguatan kualitas akademik juga didukung oleh peningkatan kompetensi tenaga pengajar. Dari total 184 dosen tetap, sebanyak 123 dosen UNUJA telah mengantongi sertifikasi.

Selain itu, UNUJA menerapkan kurikulum berbasis luaran atau Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini bertujuan memperkuat kompetensi lulusan agar selaras dengan bidang keilmuan serta kebutuhan masyarakat.

Pada tingkat kelembagaan, UNUJA juga meraih sejumlah penghargaan. Capaian tersebut mencakup penghargaan Perguruan Tinggi Klaster Madya untuk bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari LLDIKTI Wilayah VII pada 2025, Silver Winner Anugerah Diktisaintek 2025 kategori Bima Award, serta lima penghargaan Arjunu Award 2026 di bidang pengelolaan jurnal ilmiah.

UNUJA memperluas pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui program MBKM Santri Mengabdi. Pada 2026, program ini menempatkan 17 mahasiswa di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Lampung, Manado, Wakatobi, Ternate, dan Bali. Peserta juga menjalankan pengabdian di Malaysia dan Thailand.

Program tersebut menjadi salah satu upaya kampus untuk memperluas pengalaman mahasiswa sekaligus mengasah kemampuan mereka dalam berinteraksi dan berkontribusi di lingkungan yang beragam.

Sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren, UNUJA juga menjadikan Trilogi Santri dan Panca Kesadaran Santri Nurul Jadid sebagai landasan pembentukan karakter mahasiswa.

Nilai-nilai yang ditanamkan mencakup kesadaran beragama, berilmu, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta berorganisasi. Kampus berharap prinsip tersebut membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang profesional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.

UNUJA turut menghadirkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Layanan tersebut meliputi Pusat Konsultasi Hukum, Halal Center, pendampingan hak kekayaan intelektual dan merek dagang, serta layanan konseling dan psikologi.

Keberadaan layanan itu memperkuat peran UNUJA sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat.

Menutup pesannya kepada para wisudawan, Najiburrohman mengingatkan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab untuk terus berkarya dan mengabdi.

"Para wisudawan diharapkan mampu menjadikan ilmu sebagai sarana memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan," pesan Najiburrohman.

Melalui penguatan mutu akademik, pembentukan karakter kepesantrenan, dan perluasan pengabdian, UNUJA berupaya melahirkan lulusan yang kompeten sekaligus mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.