Joko Widodo Seriusi Rencana Pemindahan Ibu Kota

Hari Istiawan

Senin, 6 Mei 2019 - 23:15

JATIMNET.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyeriusi rencana memindahkan ibu kota dari Jakarta di hadapan para pimpinan lembaga negara yang diundangnya ke Istana Negara, Senin 6 Mei 2019.

“Kita serius dalam hal ini, karena sejak tiga tahun lalu dibahas di internal dan 1,5 tahun Bappenas melakukan kajian yang lebih detail dari sisi ekonomi, politik, lingkungan,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang buka puasa bersama dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Negara Jakarta, Senin.

BACA JUGA: Lokasi Pemindahan Ibu Kota dari DKI Jakarta Belum Pasti

Presiden mengatakan, Pulau Jawa sudah dihuni 57 persen dari total penduduk di Tanah Air. Sementara pulau-pulau lain banyak yang masih kosong sehingga perlu dipertimbangkan upaya untuk memindahkan ibu kota.

Karenanya, dalam pertemuan buka puasa bersama tersebut, Presiden Jokowi mengaku sengaja untuk menyinggung soal rencana pemindahan ibu kota.

“Kami nantinya akan menindaklanjuti, konsultasi dengan lembaga negara yang terkait, baik dari sisi hukum dan politis,” katanya.

Hal tersebut kata dia, juga sudah mempertimbangkan sisi lingkungan di mana kaitan Jakarta dengan kebencanaan sangat erat.

BACA JUGA: Biaya Pembangunan Ibu Kota Baru Diperkirakan Rp 466 Triliun

“Dari sisi lingkungan, terutama yang berkaitan dengan kebencanaan, kita tahu Jakarta, kita berada di dalam ‘ring of fire’ dan juga banjir. Kedua dari sisi ketersediaan air bersih. Saya kira ke depan ini akan menjadi masalah apabila tidak segera memikirkan langkah-langkah penyediaan air ini,” katanya.

Selepas acara buka puasa bersama rampung, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang hadir dalam acara itu mengatakan jika pemerintah serius untuk memindahkan ibu kota maka ia menyarankan untuk menggunakan konsep maritim.

“Kalau mau serius pakailah konsep maritim, pilihlah seperti Pulau Seribu, karena kita mau dalami kepulauan sebagai konsep ibu kota kita. Kayak Malaysia saja, ada Putra Jaya ada Kuala Lumpur. Tidak perlu pindah pulau kalau mau sekadar pindah kantor,” katanya.(ant)

Baca Juga

loading...