Jelang USBN dan UNBK, Pemkot Surabaya Siapkan Ribuan Helpdesk

Khoirotul Lathifiyah
Khoirotul Lathifiyah

Kamis, 14 Maret 2019 - 09:36

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 1.196 helpdesk (petugas pendukung) menjelang pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2018/2019 jenjang SMP/MTs. Petugas tersebut sebagai tenaga proktor dan tenaga teknisi di setiap sekolah dan masing-masing kecamatan.

“Tahun ini menggunakan 918 unit komputer server dengan 21.909 unit komputer klien. Untuk helpdesk-nya 649 tenaga proktor, dan 547 tenaga teknisi,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Ikhsan saat jumpa pers di Ruang Humas Pemkot Surabaya, Rabu 13 Maret 2019.

Kegiatan ujian yang dimulai pada 25 Maret sampai 9 April 2019 ini akan diikuti sebanyak 40.947 siswa. Sementara UNBK utama dimulai 22 April sampai 25 April. Jumlah lembaga penyelenggaranya sebanyak 334 SMP dan 45 MTs.

BACA JUGA: Sekolah di Surabaya Diimbau Pastikan Fasilitas UNBK Berfungsi Baik

Menurut Ikhsan, secara teknis pelaksanaan USBN dan UNBK jenjang SMP/MTs tahun 2019 di Surabaya sudah siap secara keseluruhan. Oleh karena itu pihaknya memiliki tim helpdesk untuk membantu sekolah-sekolah jika menemui kendala di lapangan.

“Persiapan sudah. Tapi, sampai saat ini kami terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, waka kurikulum, tim teknis, serta tim proktor di sekolah-sekolah," katanya.

Setiap hari, pihaknya selalu membagi informasi. "Kalau ada kendala biar segera bisa ditangani. Tapi sejauh ini sekolah sudah siap,” kata Ikhsan.

BACA JUGA: Dindik Jatim Belanja Komputer Rp 20 Miliar Untuk UNBK

Tenaga helpdesk tersebut bertempat di ruangan khusus bersama tenaga IT dari dinas. Tim dari dinas akan memantau masing-masing wilayah, mulai Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan, dan Pusat. Kemudian di wilayah sendiri ada tim yang bertugas memantau sekolah-sekolah.

Dengan adanya helpdesk, lanjut Ikhsan, jika ada kendala di sekolah bisa segera teratasi dalam waktu cepat. Keberadaan heldesk diharapkan bisa mengurangi kepanikan siswa, pengawas, teknisi, maupun proktor saat menemui kendala ketika ujian berlangsung.

“Semua bisa saling memantau dan membantu,” katanya.

Ihksan mengungkapkan saat ini masih terdapat lima sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer. Sehingga sekolah tersebut harus bergabung dengan sekolah lain yang sama sub rayonnya.

Ia mengakui belum semua sekolah memiliki fasilitas komputer sesuai dengan jumlah siswa. Sehingga, tidak semua sekolah bisa menerapkan ujian dalam satu sesi setiap harinya.

BACA JUGA: Jadwal UNBK Berubah, Dinas Pendidikan Jatim Belum Terima Pemberitahuan

“Jadi rata-rata dua sesi ujian dalam sehari. Ada juga yang tiga sesi. Hanya beberapa sekolah yang menerapkan satu sesi ujian,” katanya.

Terkait jaringan internet dan listrik, lanjut Ikhsan, pihaknya berkoordinasi dengan provider dan PLN. Koordinasi ini selalu dilakukan tiap tahun.

Harapannya, tidak terjadi gangguan internet dan pemadaman listrik saat ujian berlangsung sehingga pelaksanaan ujian berjalan lancar. “Beberapa tahun ini sepenuhnya dibantu oleh PLN di tiga wilayah, dan kami meminta bantuan ke provider,” kata Ikhsan.

BACA JUGA: Pesan Khofifah Saat Doa Bersama Jelang UNBK

Ikhsan menyatakan, untuk jaringan, dalam beberapa bulan ini sudah diuji coba melalui aplikasi tryout online milik Dispendik Surabaya yang bisa diakses siswa.

Aplikasi ini dapat digunakan melalui smartphone, tablet, maupun komputer. Bukan hanya itu, komputer beberapa sekolah juga sudah dipakai untuk USBN pendidikan kesetaraan dan pelaksanaan ujian berjalan lancar semua.

“Sarana dan prasarana (sarpras) sudah diuji coba, baik komputer maupun jaringan. Sarpras inilah yang nantinya digunakan juga untuk USBN dan UNBK jenjang SMP/MTs. Harapannya, semua sesi ujian dapat berjalan lancar tanpa kendala sama sekali,” ungkapnya.

Baca Juga

loading...