Jelang Ramadan, Impor Kurma Mulai Meningkat

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Jumat, 15 Maret 2019 - 17:38

JATIMNET.COM, Surabaya – Menjelang bulan Ramadan, impor kurma ke Jawa Timur mulai meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, sepanjang Februari 2019 sudah membukukan USD 2,34 juta. Jumlah itu meningkat jika dibandingkan Januari 2019 sebesar USD 1,13 juta.

"Impor kurma sudah mulai masuk Januari, ada impor, sudah masuk, tapi nilainya tidak terlalu besar," ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jawa Timur Satriyo Wibowo saat ditemui di kantornya, Jumat 15 Maret 2019.

BACA JUGA: Indonesia Diprediksi Bisa Jadi Importir Kopi 

Meski belum terlalu besar, namun ia menyebut kenaikannya 106 persen dari Januari ke Februari. Jumlah itu kemungkinan bertambah lagi pada Maret, mengingat awal Mei sudah masuk Ramadan.

"Kurma biasanya masuk dari Mesir dan Tunisia. Kemudian juga negara Timur Tengah lain. Cuma nilai pastinya tiap negara berapa," ungkapnya.

BACA JUGA: Stok Bawang Impor Aman, Pemprov Jatim Optimis Harga Stabil

Sementara, catatan neraca perdagangan Jawa Timur sektor non migas memang sedang dalam tren positif. Sepanjang Februari mencatatkan surplus USD 169,79.

Meningkatnya ekspor perhiasan dan permata menyokong pertumbuhan perdagangan luar negeri Jatim. Dari Januari ke Februari meningkat 121,45 persen. Terbanyak kedua setelah tembaga yang melonjak drastis 305,03 persen.

BACA JUGA: Disnak Jatim Kesulitan Kontrol Daging Impor Melalui Jalan Tol

Hanya saja, meski surplus, kondisinya belum mampu menolong secara keseluruhan. Digabung dengan sektor migas, neraca perdagangan Februari defisit USD 65,65 juta.

"Ini disebabkan karena adanya selisih perdagangan yang negatif pada sektor migas," sebutnya.

Data BPS Jawa Timur, ekspor impor Jatim migas defisit USD 235,44 juta. Karenanya walaupun non migas positif, namun belum mampu menolong defisit yang terjadi.

 

Baca Juga

loading...