Logo

Jelang Hari Raya Kurban, Kampung Perajin Bambu di Probolinggo Kebanjiran Order

Reporter:,Editor:

Minggu, 24 May 2026 10:06 UTC

Jelang Hari Raya Kurban, Kampung Perajin Bambu di Probolinggo Kebanjiran Order

Aktivitas perajin keranjang kurban di Kabupaten Probolinggo yang ramai pesanan jelang hari raya Iduladha. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, aktivitas warga di Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, meningkat tajam. Kampung yang dikenal sebagai sentra kerajinan keranjang bambu dan tusuk sate itu kebanjiran pesanan dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Lonjakan permintaan mulai terasa sejak beberapa pekan terakhir. Para perajin bahkan menambah jam kerja demi memenuhi kebutuhan pasar menjelang musim kurban.

Di Dusun Ombenan, suara bambu dibelah dan dianyam terdengar hampir sepanjang hari. Sebagian besar warga di dusun tersebut menggantungkan penghasilan dari kerajinan keranjang bambu yang diwariskan secara turun-temurun sejak puluhan tahun lalu.

Para pria biasanya bertugas membelah dan menghaluskan bambu, sedangkan perempuan merangkai anyaman hingga menjadi keranjang siap pakai. Dalam sehari, satu keluarga perajin mampu menghasilkan puluhan keranjang bambu.

BACA: Menjelang Iduladha, Sapi Jumbo dari Probolinggo Dibeli Presiden Rp100 Juta 

Keranjang tersebut banyak digunakan sebagai wadah daging kurban maupun tempat penyimpanan hasil tangkapan ikan nelayan. Menjelang Iduladha tahun ini, permintaan keranjang bambu meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

“Sekarang pesanan sangat ramai. Kalau biasanya produksi santai, sekarang hampir tidak ada waktu istirahat karena harus memenuhi permintaan pelanggan,” ujar Suradi, salah seorang perajin keranjang bambu, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurut Suradi, pesanan datang tidak hanya dari wilayah Probolinggo, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Harga keranjang bambu di tingkat perajin berkisar Rp6 ribu per buah dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi oleh pedagang.

Hal serupa dirasakan Rosiah, perajin yang sehari-hari membantu proses penganyaman. Ia mengaku bersyukur karena permintaan kerajinan bambu kembali meningkat menjelang Iduladha.

BACA: Prabowo Pilih Dua Sapi Kurban Jumbo dari Mojokerto, Bobotnya Lebih dari Satu Ton 

“Alhamdulillah penghasilan ikut naik. Biasanya membuat sedikit, sekarang bisa sampai puluhan keranjang setiap hari,” kata Rosiah.

Sementara itu, di Dusun Karang Tengah, warga juga sibuk memproduksi tusuk sate berbahan bambu. Proses pembuatannya masih dilakukan secara manual, mulai dari membelah bambu, menyerut, menghaluskan, hingga menjemur sebelum dipasarkan.

Meningkatnya kebutuhan perlengkapan kurban membawa berkah tersendiri bagi para perajin bambu di Desa Laweyan. Tradisi kerajinan lokal yang bertahan turun-temurun itu tetap eksis dan menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.