Jaringan Penadah dan Penjual Motor Curian Online Dibekuk Polres Blitar

Yosibio

Reporter

Yosibio

Kamis, 1 Agustus 2019 - 16:46

JATIMNET.COM, Blitar – Polres Blitar membekuk komplotan penadah curanmor yang kerap menjual barang curian di media sosial. Kedua pelaku yang diduga sebagai penadah curanmor adalah M Sahrul Munir (46) dan Kukuh Hariyanto (35), masing-masing berasal dari Tulungagung dan Trenggalek.

Diterangkan Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanudin, satu lagi penadah yang tengah diburu adalah Imam Fuadi alias Khempir. Pria ini diduga sebagai otak pelaku, yang saat ini menjadi buruan polisi lantaran kabur saat hendak ditangkap.

Informasi yang dihimpun Jatimnet.com menyebutkan, penangkapan dua penadah ini bermula saat petugas Polsek Talun melakukan patroli siber di media sosial. Petugas menemukan pemilik akun Facebook bernama Kemphir yang menjual motor curian di medsos.

BACA JUGA: Polres Blitar Tembak Dua Bersaudara Residivis Curanmor Asal Malang

Dari penelusuran tersebut, polisi kemudian meminta Khempir, Sahrul Munir, dan Kukuh wajib lapor. Langkah ini dilakukan lantaran pelaku pencurian belum tertangkap.

Setelah Polres Blitar menangkap jaringan curanmor asal Malang, Sahrul Munir terlebih dahulu ditangkap di Tulungagung, sedangkan Kukuh ditangkap di Trenggalek. Satu pelaku lain, Khempir kabur saat hendak ditangkap polisi.

“Polsek Talun dan Unit Resmob Polres Blitar mengamankan Sahrul Munir dan Kukuh Hariyanto di rumah masing-masing pada Rabu 31 Juli 2019, sekitar pukul 23.00 WIB,” jelas M Burhanudin kepada Jatimnet.com, Kamis 1 Agustus 19.

Penangkapan dua penadah ini setelah komplotan pelaku curanmor asal Malang ‘bernyanyi’. Dua kakak beradik Wahono dan Hermawan, serta satu pelaku lain bernama Martimbang, mengaku telah menjual kepada penadah tersebut.

BACA JUGA: Rumah Polisi di Blitar Dibobol Maling

Burhanudin menjelaskan ketiga komplotan pelaku curanmor asal Malang ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan ketiga pelaku pencurian ini telah dibedil kakinya karena melawan petugas dan berusaha kabur saat hendak ditangkap.

“Para penadah ini masih ada hubungannya dengan tiga pelaku curanmor yang sudah kami tangkap. Saat ini kami tengah memburu Khempir yang kabur,” Burhanudin menjelaskan.

Hasil penangkapan itu polisi mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Vega R tahun 2007, warna merah tanpa nomor polisi. Kedua penadah ini terancam pasal 480 tentang penadahan barang curian dengan ancaman penjara empat tahun.

Baca Juga

loading...