
Reporter
Faizin AdiSelasa, 11 Maret 2025 - 06:40
Editor
Nugroho
Bupati Jember, Muhammad Fawait dalam jumpa pers terkait prioritas 100 hari pertama menjabat. Foto: Humas Pemkab Jember
JATIMNET.COM, Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait berkomitmen memprioritaskan kebijakan yang pro rakyat pada 100 hari pertamnya memimpin kabupaten tersebut.
"Pertama, kami telah membuat rancangan Perkada terkait dengan penurunan retribusi pasar," jelasnya dalam jumpa pers tentang rencana gebrakan 100 hari kerja yang berlangsung di Kantor Pemkab Jember, Senin malam, 10 Maret 2025.
Menurutnya, penurunan retribusi pasar selaras dengan amanah Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam upaya memperhatikan masyarakat kecil.
"Para pedagang pasar ini merupakan masyarakat kecil yang perlu diperhatikan," ungkapnya sembari menyatakan bahwa retribusi pasar mengalami kenaikan pada akhir masa jabatan bupati sebelumnya.
BACA: Efisiensi Anggaran, Bupati Jember Gus Fawait Pakai Mobil Dinas Toyota Veloz
Dalam jumpa pers itu, Gus Fawait, sapaan akrab Muhammad Fawait juga menyampaikan sejumlah kebijakan yang telah dikeluarkan di awal masa jabatannya.
Kebijakan itu, seperti tentang libur guru yang mengikuti libur siswa dan sekolah. Juga, soal proses pengangkatan ASN PPPK.
"Kami telah menandatangani pengajuan NIP bagi PPPK yang lolos gelombang 1. Hal ini kami laksanakan berbarengan dengan retret di Magelang beberapa waktu lalu," lanjutnya.
Selain itu, Pemkab Jember juga telah melanjutkan sejumlah proses pengajuan Rais Amm PBNU era tahun 80-an KH Achmad Shiddiq dan pejuang kemerdekaan Letkol Muhammad Sroedji sebagai Pahlawan Nasional.
Tidak ketinggalan, Gus Fawait juga segera meluncurkan “Wadul Guse“, sebuah aplikasi layanan untuk menampung keluhan masyarakat. Command centre untuk menunjang operasional aplikasi tersebut tengah disiapkan.
“Semua warga boleh mengajukan keluhan terkait dengan apapun. Baik jalan rusak, pelayanan Adminduk, hingga aspirasi kepada bupati," ujar pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jatim ini.
BACA: Efisiensi Anggaran, Pemkab Jember Kurangi Tenaga Honorer Penjaga Perlintasan Kereta Api
Fawait mengungkapkan bahwa tidak ada aturan resmi yang secara khusus mengatur sederet kebijakan pada 100 hari pertama. Namun demikian, program prioritas di awal masa jabatan akan menjadi pijakan dalam memberikan pelayanan yang mendesak bagi warga.
Ia juga menekankan bahwa kinerja pemkab juga didukung oleh pihak DPRD. Sinergi antara kedua lembaga tersebut mutlak diperlukan guna membawa Jember ke arah lebih baik.
"Pemerintahan Jember terdiri dari eksekutif dan legislatif. Hari ini saya di dampingi oleh Pak Halim, ketua DPRD Jember sebagai simbol semua kebijakan harus sinkron dan disetujui oleh legislatif," tutur pria 37 tahun tersebut.
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengapresiasi segala bentuk upaya Pemkab Jember dalam menyejahterakan masyarakat.
"Kami mendukung gebrakan ini. Harapannya, semoga dapat mewujudkan Jember Baru Jember Maju," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Jember ini.
Ketua DPRD Ahmad Halim merupakan salah satu pihak yang turut mendampingi bupati dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Pemkab Jember.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga didampingi oleh Sekretaris Tim Pemenangan Dima Akhyar dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jember.