Ini Gejala Cacar Monyet

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 15 Mei 2019 - 13:17

JATIMNET.COM, Surabaya - Gejala awal penyakit menular monkeypox atau cacar monyet, berupa demam, sakit kepala hebat,  pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Masa inkubasi atau masa dari terinfeksi hingga timbulnya gejala penyakit cacar monyet biasanya enam hingga 16 hari, namun juga bisa antara lima hingga 21 hari, berdasarkan siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima di Jakarta, Rabu 15 Mei 2019,.

Gejala akan berlanjut pada munculnya ruam kulit bagian wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras.

BACA JUGA: Riau Perketat Pengawasan di Pelabuhan dan Bandara

Biasanya diperlukan waktu hingga tiga minggu sampai ruam tersebut menghilang. Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14 hingga 21 hari.

Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak, serta terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan tingkat keparahan komplikasi.

Kasus kematian penyakit ini bervariasi namun kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.

Secara umum, kelompok usia yang lebih muda lebih rentan terhadap penyakit Monkeypox.

BACA JUGA: Ada Gejala, Kemenkes Imbau Warga Segera Periksakan Diri

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menegaskan, monkeypox hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium.

“Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul,” kata dia.

Monkeypox pernah menjadi kejadian luar biasa (KLB) di beberapa wilayah. Pada tahun 1970 terjadi kejadian luar biasa pada manusia pertama kali di Republik Demokratik Kongo.

Tahun 2003 dilaporkan kasus di Amerika Serikat akibat riwayat kontak manusia dengan binatang peliharaan prairie dog yang terinfeksi oleh tikus Afrika yang masuk ke Amerika. Tahun 2017 terjadi kejadian luar biasa di Nigeria.

BACA JUGA: Wabah Ebola Memakan 1000 Korban di Kongo

“Bulan Mei 2019 dilaporkan seorang warga negara Nigeria menderita Monkeypox, saat mengikuti lokakarya di Singapura. Saat ini pasien dan 23 orang yang kontak dekat dengannya diisolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut,” jelas Anung. (ant)

Baca Juga

loading...