JATIMNET.COM,Surabaya - Banyak cara yang yang ditempuh perempuan untuk menambah rasa percaya dirinya. Salah satunya dengan memasang implan di payudaranya. Tapi, ada risikonya lho.

Belakangan, penggunaan implan payudara ternyata bisa meningkatkan risiko terkena limfoma sel besar anaplastik, salah satu jenis kanker yang sangat jarang dari kanker darah.

Dilansir dari www.cnn.com, Jumat 8 Februari 2019, Food and Drug Administration (FDA) mengumumkan 457 perempuan di Amerika Serikat didiagnosa menderita kanker limfoma sel besar anaplastik, yang mana sel kanker ditemukan di sekitar implan payudara dan mempengaruhi sistem imun sel. Dari jumlah itu, sembilan orang penderita kanker sudah meninggal.

BACA JUGA: Pentingnya Deteksi Dini Kanker Usus

FDA menemukan jika perempuan dengan implan payudara terkena risiko lebih besar limfoma sel besar anaplastik dibandingkan mereka yang tidak memasang implan. Sekitar 10-11 juta perempuan memiliki implan payudara, kata American Society of Plastic Surgeon dan Plastic Surgeon Foundation.

"Kami berharap informasi ini mendorong para penyedia dan pasien untuk melakukan percakapan penting dan terinformasi tentang implan payudara," kata badan federal itu dalam sebuah pernyataan resmi. 

Peringatan ini sebenarnya sudah pernah disampaikan FDA di tahun 2011. Sejak laporan itu, banyak komunitas ilmuwan mempelajari hubungan antara implan payudara dengan pertumbuhan sel limfoma.

BACA JUGA: 50 Persen Pasien Kanker Alami Kebangkrutan

FDA juga mengeluarkan surat peringatan mengenai keterkaitan antara implan payudara dengan kanker ini kepada asosiasi dokter dan memerintahkan pusat layanan kesehatan melaporkan kasus limfoma sel besar anaplastik yang terkait dengan implan payudara. 

Selain itu, FDA  juga meminta kepada dokter untuk mengecek apakah ada perubahan pada pasien implan payudara. 

BACA JUGA: Begini Tanda-Tanda Kanker Usus

Selain kepada para dokter dan pusat layanan medis, FDA juga meminta agar pasien segera memeriksakan diri bila menemukan pembengkakan baru, benjolan, atau rasa sakit di sekitar implan payudara. 

Lembaga ini juga mendesak perempuan untuk mengecek adakah penumpukan cairan atau massa di sekitar implan mereka. Gejala kanker juga termasuk pembengkakan dan kemerahan di sekitar implan payudara. Perempuan yang memiliki implan payudara juga diminta untuk terus memantau perubahan dan melakukan skrining rutin seperti mammogram atau MRI.