Ilmuwan Temukan Cara Unik Melestarikan Kesuburan Pria

David Priyasidharta

Sabtu, 25 Mei 2019 - 10:29

JATIMNET.COM, Surabaya - Pria bakal dapat segera mempertahankan kesuburan mereka melalui teknik baru yang menjanjikan dan menjadi alternatif bagi bank sperma.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa mengambil sampel jaringan testis kecil dapat membantu memberi kesempatan yang lain bagi pria muda dan dewasa untuk membina keluarga.

Hingga saat ini, sebanyak 2.000 anak laki-laki dan laki-laki muda diperkirakan berisiko mengalami infertilitas karena kanker atau kelainan darah di Amerika Serikat. Beberapa pasien ini juga tengah berjuang untuk mendapatkan sperma karena penyakit atau stres mereka.

Tapi itu mungkin menjadi masalah di masa lalu. Para peneliti menemukan bahwa pembekuan jaringan testis dapat digunakan dalam terapi berbasis sel atau jaringan untuk menghasilkan sperma.

BACA JUGA: Pria Obesitas tidak Ganggu Kualitas Sperma

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa biopsi jaringan testis mungkin mengandung sel batang dan sel sabak kosong yang dapat dikonversi menjadi sperma di masa depan.

"Studi ini menunjukkan bahwa spermatogonia batang dan nenek moyang yang tidak dibeda-bedakan dapat pulih dari jaringan testis pasien yang berada dalam tahap awal pengobatan mereka dan belum menerima dosis terapi ablatif," ujar Hanna Valli-Pulaski, penulis utama penelitian dan penelitian asisten profesor di University of Pittsburgh, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Medicaldaily.com, Jumat 24 Mei 2019.

Dalam pemelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction, tim peneliti mengumpulkan jaringan testis dari pusat-pusat di AS dan Israel dari Januari 2011 hingga November 2018, yang kemudian cryopreserved untuk percobaan di masa depan. Para peserta berkisar dari lima bulan hingga 34 tahun.

BACA JUGA: Teh Daun Kedondong Temuan Mahasiswa Malang Berkhasiat Cegah Kolesterol

Sebelum memberikan sampel jaringan, 39 persen pasien memulai perawatan medis, 16 persen menerima kemoterapi non-alkilasi, sementara 23 persen menjalani kemoterapi alkilasi.

Para pasien setuju untuk memberikan 25 persen sampel jaringan mereka untuk studi penelitian, sementara 75 persen harus tetap disimpan pada suhu mendekati nol mutlak untuk penggunaan pribadi di masa depan.

"Studi ini unik karena pasti ada manfaat langsung bagi pasien," tambah Dr. Hsieh.

"Salah satu alasan mengapa penelitian ini menarik adalah karena itu menyajikan pesan harapan kepada keluarga. Ini adalah pesan selamat: Kami optimis kami dapat membantu anak Anda melewati ini dan memikirkan masalah jangka panjang, seperti meminta mereka keluarga sendiri."

Baca Juga

loading...