Iklan Rokok di Internet Bakal Diblokir?

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 13 Juni 2019 - 11:55

JATIMNET.COM, Surabaya – Iklan rokok di internet disebut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) layak untuk diblokir. Sebab, iklan bisa diakses anak-anak dan siapapun tanpa ada pengendalian. 

"Keberadaan iklan rokok di internet sangat mengkhawatirkan, karena bisa dibuka oleh siapapun dan kapanpun, tanpa kontrol dan batas waktu," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, saat dihubungi di Jakarta, Kamis 13 Juni 2019. 

Menurutnya, iklan tersebut bisa diakses kapan pun dan tanpa batas, anak-anak dan remaja. Padahal, menurut dia, saat ini ada lebih dari 142 juta pengguna internet di Indonesia, termasuk anak-anak. 

Hal itu berbeda dengan iklan rokok di media penyiaran yang masih dibatasi antara pukul 21.30 hingga 05.00, meskipun Tulus menilai sudah seharusnya iklan rokok dilarang di seluruh media.

BACA JUGA: Risiko Rokok Elektrik Terhadap Kesehatan Paru-paru 

"Indonesia merupakan negara yang masih menjadi surga bagi iklan dan promosi rokok. Padahal, dibanyak negara, iklan dan promosi rokok sudah dilarang, misalnya di Eropa sejak 1960 dan di Amerika Serikat sejak 1973," tambahnya. 

Pemblokiran iklan rokok di internet harus dilakukan untuk mencegah peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja. 

Apalagi, menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, terjadi peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10 tahun hingga 18 tahun dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen pada 2018. 

Karena itu, Tulus memuji langkah Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang menyurati Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, untuk meminta pemblokiran iklan rokok di internet.

BACA JUGA: 90 Persen Perokok Berisiko Menderita Penyakit 

"Langkah Menteri Kesehatan tersebut perlu didukung. Karena itu YLKI meminta Menteri Komunikasi dan Informatika untuk memblokir iklan rokok di internet," katanya. 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi membenarkan tentang surat Menteri Kesehatan Nila F Moeloek kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara tersebut. 

"Saya perlu cek suratnya, tapi sepertinya betul. Surat tersebut bersifat internat karena antara dua menteri," tambahnya saat dikonfirmasi mengenai surat itu melalui telepon di Jakarta, Rabu 12 Juni 2019. (ant)

Baca Juga

loading...