Ibu Rumah Tangga Asal Banyuwangi Sulap Koran Jadi Hiasan

Ahmad Suudi

Sabtu, 6 April 2019 - 17:43

JATIMNET.COM, Surabaya - Ruang tamu Sumiyati (48) berukuran 4 kali 4 meter. Ruang kecil itu, sesak dengan perabot kursi, meja komputer, dan rak bertingkat tempat berisi beragam hasil karyanya. Ibu dua anak itu, mengolah limbah koran bekas menjadi beragam kerajinan, dengan harga mencapai ratusan ribu rupiah.

Ada bingkai foto, replika hewan, kereta kuda, perahu alat musik dan karya lain, yang semuanya terbuat dari kertas dan koran bekas.

Di depan rumahnya, nampak pot-pot bunga dari plastik bekas yang ditata secara vertikal maupun mendatar. Meski tak mewah, kediaman Sumiyati lebih hijau daripada rumah-rumah lain di lingkungannya di Kelurahan Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Kepada Jatimnet dia bercerita, keinginannya mengolah koran bekas muncul pada pertengahan tahun 2013.

BACA JUGA: Menteri Susi Berencana Tenggelamkan Kapal di Area Konservasi Banyuwangi

Tepatnya setelah salat Idul Fitri awal Agustus, saat dilihatnya banyak koran bekas alas, berserakan di halaman masjid. 

"Saya geregetan lihat koran-koran berantakan, ada yang terbawa angin, padahal kan bisa dimanfaatkan," kata Sumiyati, Sabtu 6 April 2019. Tangannya merapat sambil menggenggam di depan dada, seolah gemas.

Saat itu, ia memungut koran-koran itu, ditata dalam tumpukan, untuk dibawa pulang. Kini koran bekas yang jadi bahan utama kerajinannya, didapatkan dengan mudah dari perkantoran, maupun dari petugas sampah. 

Biasanya, lembaran koran digulung sebesar sedotan minuman dengan lubang di tengahnya.

BACA JUGA: Menteri Susi Ajak Nelayan Banyuwangi Jaga Terumbu Karang

Kemudian dipipihkan dan ditempelkan satu sama lain dengan lem, hingga menjadi bentuk yang dikehendaki.

Sumiyati mengatakan, butuh kesabaran dan ketelatenan dalam mengerjakan kerajinan berbahan lembaran kertas koran itu. Namun,ia yakin, selain mengurangi sampah, usaha itu juga bisa membantunya mengumpulkan pundi-pundi keuntungan. 

"Dari kerajinan koran bekas ini saya bisa menyokong ekonomi keluarga, sampai dua anak kami bisa lulus sekolah SMA," kata istri dari seorang guru SMP swasta itu.

Sebetulnya dunia kerajinan bukan hal yang baru baginya, karena bidang serupa telah ditekuni seperti dekorasi ruang pameran dan kerajinan kain perca.

BACA JUGA: Menteri BUMN Rini Soemarno Lepas Banyuwangi Mandiri Half Marathon

Dia sudah terbiasa bersabar, menangani benda-benda kecil pernik kerajinan. 

Meski dipasarkan hanya lewat Instagram dan Facebook dengan brand Killisa Desain, pesanan datang mengantre. Pasalnya, tak banyak orang yang menguasai keterampilan membuat kerajinan dari barang bekas itu dan membantunya memenuhi pesanan.

Namun, kini ada beberapa wanita di kampungnya mulai berlatih padanya, bahkan 3 orang sudah aktif mengerjakan.

Sumiyati juga mendampingi siswa-siswi SMP Negeri 1 Kalipuro, Banyuwangi, untuk berlatih kerajinan dari koran bekas. 

BACA JUGA: Ke Banyuwangi, Luhut Dialog dengan Nelayan Muncar

Dikembangkannya juga produk berharga belasan sampai ratusan ribu itu dalam berbagai varian. Misalnya, dipadukannya dengan kopi roasted bean atau yang sudah disangrai, untuk memberikan aroma pada hiasan dalam ruangan.

"Kopi sekarang sedang tren, jadi kita ikuti biar laku dan terus bisa mengurangi sampah koran yang dibuang," kata Sumiyati.

Baca Juga

loading...