Hadapi Lebaran, PLN Pastikan tak Ada Defisit Daya

David Priyasidharta

Kamis, 23 Mei 2019 - 13:22

JATIMNET.COM, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memproyeksikan kondisi 22 sistem kelistrikan nasional pada Mei 2019 hingga awal Juni 2019 mendatang dalam kondisi aman. Beberapa sistem berada pada Kondisi Siaga dan tidak ada yang berada pada posisi Defisit Daya.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin mengatakan kondisi kelistrikan pada hari H Idul Fitri, yakni pada 5-6 Juni 2019 mendatang pada status aman dan tidak ada kondisi pemadaman.

"Seluruh daerah indonesia aman, tidak ada kondisi pemadaman, memang ada beberapa yang cadangannya di bawah 30 persen, tapi secara keseluruhan kami sudah siap," tandas Amir dalam laman ESDM.go.id, Kamis 23 Mei 2019

BACA JUGA: PLN Bidik Pelanggan Premium Pakai New Super Power

Amir mengungkapkan beban puncak di Sistem Jawa-Bali rata-rata turun sekitar 10.000 MW.

"Kalau kami masuk di sistem Jawa-Bali, bebannya di triwulan 1, sekitar 27.000 MW. Pada hari H Idul Fitri beban terendah diperkirakan sekitar 12.000 MW, sedangkan pada malam hari mencapai 17.000 MW. Jika normalnya sekitar 27.000 MW, maka turunnya sekitar 10.000 MW pada saat beban malam dan beban siang turun 15.000 MW," jelas Amir.

Ia juga mengatakan beberapa pembangkit akan dipadamkan (reserve shutdown) untuk memudahkan pengaturan frekuensi dan melakukan efisiensi. "Beberapa pembangkit nanti kami terpaksa padamkan supaya tidak kesulitan untuk mengatur frekuensi dan juga melakukan efisiensi. Tapi kami tetap jaga supaya cadangan cukup," imbuhnya.

BACA JUGA: Puluhan Juta Pelanggan PLN Dapat Diskon

PLN juga telah melakukan sejumlah upaya untuk memastikan kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan, meliputi, kesiapan (availability) unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi. Kemudian menghentikan sementara pemeliharaan instalasi di transmisi dan gardu induk kecuali pekerjaan emergency /perbaikan kerusakan atau gangguan peralatan.

PLN juga membuat rencana dan pola operasi unit-unit pembangkit berdasarkan perkiraan beban (load forecast) pada periode Hari Raya Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya, dengan menyiapkan cadangan putar (spinning reserve) lebih besar dibandingkan waktu reguler.

Upaya lainnya adalah melakukan pengawasan dan siaga di sejumlah obyek vital seperti masjid dan pusat keramaian terkait ketersediaan pasokan.

Baca Juga

loading...