Gunung Agung Meletus, Semburkan Abu Setinggi 5.000 Meter  

David Priyasidharta

Sabtu, 18 Mei 2019 - 07:53

JATIMNET.COM, Denpasar - Gunung Agung kembali meletus pada Sabtu 18 Mei 2019 dinihari sekitar pukul 02.09 WITA. Letusan gunung berapi yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali ini membentuk kolom abu yang teramati setinggi 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 5.142 meter di atas permukaan laut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin mengatakan telah menerima laporan erupsi ini dari pos pantau gunung api Agung, Sabtu 18 Mei 2019 pagi.

Laporan itu menyebutkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 2 menit 57 detik.

BACA JUGA: Pasca Erupsi Gunung Agung, PVMBG Tetapkan Zona Perkiraan Bahaya

Sejumlah daerah dilaporkan terpapar erupsi gunung api tertinggi di Pulau Dewata. Hal ini berdasarkan data pos pemantauan gunungapi Agung di Rendang serta relawan Pasebayan, Kabupaten Karangasem.

Sejumlah daerah yang terpapar antara lain Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem dan sekitarnya kemudian Dusun Cutcut, Tongtongan, Bonyoh, dan Temakung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya, yaitu di seluruh area di dalam radius empat kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.

BACA JUGA: Gunung Agung Semburkan Abu Vulkanik Mencapai Tiga Kilometer

Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru.

Selain itu, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (ant)

Baca Juga

loading...