JATIMNET.COM, Surabaya - Golongan darah pertama kali ditemukan ilmuwan Austria, Karl Landsteiner. Melalui sistem ABO, golongan darah dibagi menjadi empat tipe yaitu A, B, AB dan O.

Namun, benarkah tipe golongan darah menentukan karakter seseorang ?

Bagi masyarakat Jepang, golongan darah dipercaya menentukan karakteristik seseorang. Bahkan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, pekerjaan, hingga masalah percintaan.  

Menurut kepercayaan Jepang, orang dengan golongan darah A memiliki karakter perfeksionis dan mampu bekerja dalam tim. Hanya, orang dengan golongan darah A suka cemas secara berlebihan.

Kemudian orang dengan golongan darah O adalah orang yang penuh dengan rasa penasaran dan murah hati. Namun, orang dengan golongan darah O juga dikenal sebagai orang yang keras kepala.

Adapun orang dengan golongan darah AB dikenal sebagai sosok yang berjiwa seni. Namun, figur orang dengan golongan darah AB ini sangat misterius dan tidak bisa diprediksi.

Sedangkan orang dengan golongan darah B adalah sosok yang dikenal sangat ceria. Namun juga dikenal eksentrik, individualistik dan egois.

BACA JUGA: Canggih Apa Cabul? Kursi Pijat Ini Bisa Meremas Bokong

Tidak semua orang sepakat dengan kepercayaan itu. Sejumlah ilmuwan mengkritik kepercayaan ini. Salah satunya, Profesor Terumitsu Maekawa dari Universitas Asia Tokyo. "Kami tidak bisa menilai baik buruknya seseorang hanya dari golongan darahnya," katanya dikutip dari BBC.

Profesor Maekawa juga meneliti golongan darah namun berdasarkan riset empiris, ketimbang takhayul yang populer di masyarakat. Bukunya mengeksplorasi teori bahwa golongan darah dominan menentukan kepercayaan dan norma sosial.

Penelitiannya menyebutkan bahwa di Barat, 85 persen warganya didominasi oleh golongan darah A dan O. Tapi di India dan Asia, pada umumnya masyarakatnya mempunyai golongan darah B. Sedangkan di Jepang, golongan darahnya lebih bervariasi.

"Tipe sosial masyarakat dengan golongan darah A lebih suka dengan monoteisme. Sedangkan masyarakat yang didominasi golongan darah B lebih suka menganut polytheisme seperti Budha dan Hindu," katanya.    

Profesor Maekawa yang punya golongan darah B, kerap dituduh sebagai sosok yang individualisme dan egois. Meski tidak menyenangkan, ia mengatakan tidak terganggu lagi dengan tuduhan tersebut.

“Karena tidak punya dasar ilmiah sama sekali," tuturnya. Jadi, Anda mau percaya yang mana?