Sabtu, 11 April 2026 10:00 UTC

Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Gerindra Jatim, Hidayat saat diwawancarai, Sabtu, 11 April 2026. Foto: Dokumen pribadi
JATIMNET.COM, Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur angkat bicara usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Gerindra Jatim, Hidayat, menegaskan bahwa hingga saat ini Gatut Sunu belum berstatus sebagai kader resmi partainya. Menurutnya, proses keanggotaan memang sempat berjalan, namun belum mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Masih belum. Memang ada proses, namun belum resmi menjadi kader Gerindra, karena belum ada keputusan dari DPP," kata Hidayat, Sabtu, 11 April 2026.
Meski demikian, Hidayat mengakui kedekatan Gatut Sunu dengan Partai Gerindra. Hal itu terlihat saat Pilkada 2024, di mana Gerindra bersama Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusungnya sebagai calon Bupati Tulungagung.
"Saat itu Gerindra bersama Golkar dan PKS mengusung bersama Pak Gatut Sunu di Pilkada tahun 2024," jelasnya.
Ia menambahkan, dalam kontestasi tersebut, Gerindra juga mengusung kader internalnya, Ahmad Baharuddin, sebagai calon Wakil Bupati yang mendampingi Gatut Sunu.
"Dan kader Gerindra-lah yang menjadi Calon Wakil Bupati Tulungagung yaitu Mas Ahmad Baharuddin yang juga Ketua DPC Gerindra Tulungagung dan akhirnya terpilih bersama Pak Gatut untuk memimpin Tulungagung," tandasnya.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap Gatut Sunu bersama belasan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Saat ini, Gatut Sunu dan pihak lain yang terjaring telah dibawa ke Gedung KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
