JATIMANET.COM, Palu – Gempa bumi berpotensi tsunami kembali mengguncang Indonesia. Kali ini wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, dengan kekuatan 7,7 Skala Richter (SR) atau Magnitudo pada pukul 17.02 WIB.

Dari informasi akun media sosial twitter info BMKG menyebutkan gempa itu terjadi pada di lokasi 0.18 Lintang Selatan, 119,85 Bujur Timur, dengan kedalaman mencapai 10 kilometer. Dalam informasi tersebut juga dijelaskan, bahwa gempa itu berpotensi tsunami.

BACA JUGA : Pemerintah Bangun Rumah Tahan Gempa di 19 Titik di NTB

Tidak berselang lama, gempa kembali mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah yang berada di lokasi 0.09 Lintang Utara, 119.94 Bujur Timur. Kedalamannya masih 10 kilometer.

Selain itu, gempa potensi tsunami tersebut juga terjadi di wilayah Palu dan Mamuju. Hal itu tidak berlangsung lama, meski begitu masyarakat yang berada di sekitar wilayah potensi tsunami harus tetap waspada, karena statusnya sendiri juga masih siaga.

BACA JUGA : Lampung dan Denpasar Diguncang Gempa Bumi

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Puro Nugroho, status Siaga artinya Pemda diharapkan memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi. Sedangkan status Siaga artinya Pemda agar mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.

BACA JUGA : Ini Rekomendasi PVMBG Pasca Gempa Lombok

Berdasarkan hasil pemantauan visual daan peralatan di laut selama sekitar 30 menit tidak terpantau adanya perubahan tinggi muka air laut dan tsunami tidak terpantau, maka BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami berakhir Kamis, 28 September 2018, pukul 17.39 WIB.

“Dengan demikian tsunami tidak terjadi. Kondisi aman dan masyarakat dapat kembali ke tempatnya,” kata Sutopo Puro Nugroho, dalam keterangan pers.