Sabtu, 22 August 2026 12:00 UTC

FKUB Kota Problinggo gelar doa bersama lintas agama dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Sabtu, 22 Agustus 2026. Foto: Zulalif.
JATIMNET.COM, Probolinggo – Pengenalan keberagaman kepada anak-anak dan generasi muda dinilai penting untuk menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Pemahaman itu perlu ditanamkan sejak dini agar perbedaan agama, suku, budaya, dan latar belakang tidak menjadi sumber perpecahan.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo Ahmad Hudri dalam Doa Bersama Lintas Agama di halaman Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel Probolinggo, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Hudri mengajak para tokoh agama tidak hanya menjaga kerukunan di kalangan masyarakat saat ini, tetapi juga ikut membina generasi muda. Edukasi mengenai kebinekaan dinilai perlu diberikan agar anak-anak terbiasa mengenal, menghormati, dan menerima perbedaan di lingkungannya.
“Keberagaman agama, keyakinan, suku, budaya, dan latar belakang harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk saling mengenal, menghormati, membantu, dan bekerja sama,” katanya.
Menurut Hudri, pembentukan pemahaman tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Anak-anak dan generasi muda berhadapan dengan beragam informasi yang tidak selalu membawa pesan positif tentang keberagaman.
Karena itu, tokoh agama dan lingkungan sekitar diharapkan ikut mendampingi generasi muda agar mampu menggunakan media sosial secara cerdas. Media sosial juga perlu diarahkan menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan tempat menyebarkan kebencian, provokasi, maupun hoaks.
Hudri menilai pengenalan keberagaman tidak cukup hanya melalui teori. Pertemuan dan interaksi lintas agama juga dapat menjadi pengalaman bagi anak-anak dan generasi muda untuk melihat secara langsung bagaimana perbedaan dapat berjalan berdampingan.
Doa Bersama Lintas Agama yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut mempertemukan tokoh dan pemuka berbagai agama. Doa disampaikan secara bergiliran sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Kegiatan itu juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antarumat beragama. Hudri mengatakan FKUB akan terus didorong menjadi jembatan komunikasi antarpemuka agama guna mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo yang diwakili Kabag Kesra Samsul Arif mengatakan perbedaan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk memiliki tujuan kebangsaan yang sama.
“Kita boleh berbeda dalam keyakinan, tetapi kita memiliki cita-cita kebangsaan yang sama,” ujar Samsul.
Ia berharap semangat menjaga persatuan tidak berhenti dalam kegiatan peringatan kemerdekaan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi FKUB Kota Probolinggo, pengenalan kebinekaan sejak dini menjadi bagian penting untuk menyiapkan generasi yang mampu hidup berdampingan di tengah perbedaan. Dengan pemahaman tersebut, keberagaman diharapkan menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan di Kota Probolinggo.
