JATIMNET.COM, Surabaya – Facebook telah menghapus setidaknya 1100 akun dan halaman, yang berasal dari India dan Pakistan, akibat “perilaku tidak autentik yang terkoordinasi atau spam”.

Pada Senin, Facebook mengumumkan telah menurunkan 687 halaman dan akun yang berkaitan dengan partai oposisi India, Kongress, beberapa hari sebelum pemilihan dimulai. 

Hasil penyelidikan Facebook menemukan, jika inidvidual menggunakan akun palsu, dan bergabung dengan beragam grup, untuk menyebarkan konten dan meningkatkan sebaran.

Unggahan mereka seperti, berita lokal dan kritik terhadap musuh politik, seperti Partai pengusung Perdana Menteri Narendra Modi, Partai Bharatiya Janata (BJP), kata Facebook, dilansir dari AlJazeera, Selasa 2 April 2019.

BACA JUGA: Facebook Perketat Video Streaming

“Sementara, pemilik akun dibalik aktivitas ini berupaya menyembunyikan identitas mereka, review kami menemukan jika perilaku itu berkaitan dengan jaringan IT asosiasi individual INC (Indian National Congress),” kata Nathaniel Gleicher, kepala kemanan siber  di Facebook, dalam sebuah pernyataan.

Gleicher menambahkan, jika Facebook menghapus akun berdasarkan perilaku, bukan berdasar konten yang diunggah.

Pemilihan di India berlangsung pada 11 April dan berakhir 19 Mei.

Dua contoh yang diunggah oleh Facebook adalah, tentang kritik terhadap inisiatif Modi, dan seruan untuk mendukung partai Kongres serta presidennya, Rahul Gandhi.

BACA JUGA: 600 Juta Password Pengguna Facebook Bocor

15 akun yang berkaitan dengan perusahaan IT india juga dihapus, unggahan tentang kepemimpinan Modi dalam BJP, juga tuduhan dari musuh politiknya, termasuk partai Kongres, kata Facebook.

Terpisah, Facebook juga menyebut telah menghapus 227 halaman dan 94 akun di India, karena melanggar kebijakan tentang spam dan mis interpretasi.

Seratusan akun asal Pakistan dihapus.

Sebanyak 103 halaman dan akun yang berasal dari Pakistan, menyebarkan informasi tentang politik dan pemimpin politik, pemerintahan India dan militer Pakistan, juga dihapus dari Facebook dan Instagram.

Penghapusan dilakukan, karena halaman dan akun berkaitan dengan sayap pers militer Pakistan, the Inter Services Public Relation (ISPR).

BACA JUGA: 13 Juta Data Pengguna Bukalapak Dibajak Peretas Pakistan

“Individual di balik aktivitas ini menggunakan akun palsu untuk mengoperasikan halaman militer, halaman Pakistan umum, halaman komunitas Kashmir, dan halaman hobi serta berita” kata Facebook dalam sebuah pernyataan.

Jaringan itu termasuk, 24 halaman dan 57 akun facebook, tujuh grup dan 15 akun instagram, di mana semuanya memiliki follower mencapai lebih dari 2,8 juta orang, kata Facebook.

“Meskipun orang dibalik aktivitas ini berupaya menyembunyikan identitas mereka, investigasi kami menyebut jika akun ini berkaitan dengan ISPR dari militer Pakistan,” katanya.

Militer Pakistan tidak membverikan komentar apapun ketika dikontak oleh Al Jazeera.

BACA JUGA: Pakistan Tertarik Wayang Golek Setelah Melihat Papermoon Puppet

Facebook belakang sedang menghadapi tekanan yang terus meningkat, dari sejumlah pemerintah di dunia, untuk menjamin agar platform mereka tidak digunakan sebagai corong politik, ataupun tempat untuk menyebarkan misi informasi, khususnya menjelang pemilihan.