Dijual di Dream Market

13 Juta Data Pengguna Bukalapak Dibajak Peretas Pakistan

Nani Mashita

Reporter

Nani Mashita

Senin, 18 Maret 2019 - 11:35

JATIMNET.COM, Surabaya – Sebanyak 13 juta data akun pengguna situs belanja online Bukalapak, dilaporkan telah dibajak oleh peretas. Total ada enam situs populer dunia yang data penggunanya telah dibajak dan dijual di web gelap.

Selain Bukalapak, hacker juga membobol data pengguna di Youthmanual, sebuah aplikasi yang membantu dalam mencari jurusan perguruan tinggi dan platform karir Indonesia. Akun yang dibobol sebanyak 1,12 juta akun. Yang terakhir adalah GameSalad, platform pembelajaran online ini telah dibajak 1,5 juta akun.

Untuk situs Bukalapak, pelanggaran data privasi dilakukan pada Juli 2017 lalu dan baru dirilis sekarang. Data yang dicuri meliputi email, username, nama, detail pembelanjaan, alamat IP serta password akun.

BACA JUGA: DPRD Surabaya Ingatkan Peretasan Sistem TI Pemkot

Adapun situs lain, masih tergolong fresh yaitu diretas di bulan Februari 2019. Tiga web lainnya adalah Lifebear yang akunnya dibajak sebanyak 3,86 juta akun, toko buku online EstanteVirtual sebanyak 5,45 juta akun dibajak serta Coubic, yang dibajak 1,5 juta akun.  Pelaku peretasan ini adalah seorang hacker asal Pakistan yang dikenal dengan nama Gnosticplayers, menurut The Hacker News, Senin 18 Maret 2019.

Peretas ini sebelumnya juga telah mengklaim telah meretas puluhan situs web populer dari perusahaan. Hampir 890 juta rincian akun online yang dicuri dari 32 situs web populer telah dijual dalam tiga putaran terpisah di pasar gelap web populer bernama Dream Market.

Peretas memposting rincian 620 juta akun yang dicuri dari 16 situs web di babak pertama, 127 juta catatan dari 8 situs di babak kedua, dan 92 juta dari 8 situs web di urutan ketiga.

BACA JUGA: Microsoft Ingatkan Ancaman Peretasan di Institusi Demokrasi Eropa

Meskipun saat merilis putaran ketiga Gnosticplayers mengatakan kepada The Hacker News bahwa itu akan menjadi batch terakhir dari database yang dicuri, peretas merilis putaran keempat yang berisi hampir 27 juta catatan pengguna baru yang berasal dari 6 situs web lain.

Gnosticplayers mengatakan masing-masing database dijual di Dream Market senilai 1,2431 atau sekitar USD5.000. The Hacker News menyarankan seluruh pengguna di situs populer tersebut segera mengganti password akunnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga

loading...